get app
inews
Aa Text
Read Next : Sudah Jenuh, Warga Kota Probolinggo Tuntut Pencabutan Izin Homestay Hadi

Suporter Protes Rencana Konser di Stadion, Pemerintah Pastikan Even Tidak Ganggu Sepak Bola

Kamis, 05 Maret 2026 | 14:16 WIB
header img
Polemik penggunaan stadion Banyuangga untuk event (foto : iNewProbolinggo.id/istimewa)

PROBOLINGGO, iNewsProbolinggo.id - Rencana konser musik di Stadion Bayuangga, Kota Probolinggo, memicu reaksi dari suporter Persipro, Curva Sud. Bagi para suporter, stadion bukan sekadar tempat pertandingan, melainkan rumah bagi sepak bola.

Mereka khawatir penyelenggaraan konser berpotensi berdampak pada kondisi lapangan dan fasilitas stadion yang selama ini digunakan untuk kompetisi.

Salah satu perwakilan Curva Sud, Ali menyampaikan, kekecewaan karena belum ada ruang komunikasi terbuka antara pengelola stadion dengan komunitas suporter terkait agenda tersebut.

“Kami ingin ada transparansi, terutama soal tanggung jawab penyelenggara jika terjadi kerusakan. Jangan sampai setelah konser, kondisi lapangan justru merugikan tim kami,” ujarnya, Rabu (4/3/2026).

Ia menambahkan, perhatian terhadap stadion juga harus dibarengi dengan dukungan nyata untuk keberlangsungan Persipro musim depan. 

"Sinergi antara pemerintah, pengurus klub, dan suporter menjadi kunci agar sepak bola daerah bisa berkembang.

Di sisi lain, Ketua Askot PSSI Kota Probolinggo Eko Purwanto menjelaskan, bahwa pengelolaan stadion sepenuhnya berada di bawah kewenangan pemerintah daerah melalui Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Dispopar). 

"Askot, hanya berstatus sebagai penyewa saat menggunakan stadion untuk kegiatan sepak bola,"

Menanggapi polemik tersebut, Kepala Dispopar Kota Probolinggo, M. Abbas, memastikan bahwa agenda konser tidak akan mengganggu aktivitas sepak bola. 

Pemerintah, kata dia, tetap menempatkan fungsi olahraga sebagai prioritas utama.

“Kami memahami kekhawatiran teman-teman suporter. Stadion ini memang rumah sepak bola. Karena itu, kami pastikan kondisi rumput dan fasilitas tetap terjaga,” tegasnya.

Ia menjelaskan, pemanfaatan stadion untuk kegiatan non-olahraga juga memiliki dampak positif, seperti peningkatan pendapatan asli daerah (PAD) dan perputaran ekonomi masyarakat sekitar. Namun demikian, pihaknya berkomitmen menjaga standar keamanan dan kualitas lapangan.

“Kami berencana mengundang perwakilan suporter dalam forum komunikasi agar tercipta kesepahaman bersama,” kata Abbas.

Pemerintah berharap, polemik ini bisa menjadi momentum memperkuat kolaborasi demi kemajuan sepak bola Kota Probolinggo tanpa mengabaikan potensi ekonomi daerah.

Editor : Arif Ardliyanto

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut