Kucing-Kucingan PKL di Jalan Cokro, Satpol PP Kota Probolinggo Ungkap Dugaan Pungli Trotoar
PROBOLINGGO, iNewsProbolinggo.id - Aktivitas Pedagang Kaki Lima (PKL) di Jalan Cokro kembali menjadi sorotan. Meski sudah beberapa kali ditertibkan dengan memberikan Surat Peringatan, sejumlah pedagang masih nekat berjualan di trotoar dan badan jalan.
Bahkan aksi kucing-kucingan dengan petugas kerap terjadi, pada saat petugas datang, PKL terlihat bersih, namun saat petugas pulang, PKL menjamur kembali, begitu seterusnya.
Ditambah petugas mendapat informasi adanya pungutan liar (pungli) sewa lokasi yang dilakukan oleh orang tidak bertanggung jawab. Diinformasikan para PKL telah membayar sewa untuk menempati trotoar.
Kepala Bidang Ketentraman dan Ketertiban Umum (Trantibum) Satpol PP Kota Probolinggo Angga Budi mengatakan, penindakan diawali dengan terjaringnya tiga PKL, Namun saat dilakukan penyisiran ulang, jumlah pedagang yang melanggar bertambah.
“Penyisiran awal ada tiga, kemudian ketika kami sisir kembali dari sisi utara, ada sekitar enam PKL yang masih berjualan di badan jalan. Setelah kami ingatkan, mereka langsung bergerak,” katanya, Rabu (4/3/2026)
Ia menjelaskan, pola kucing-kucingan masih sering terjadi, salah satunya di depan SDN Kanigaran 1. Saat petugas datang, lokasi terlihat bersih. Namun setelah petugas meninggalkan area, pedagang kembali berdatangan.
“Ketika petugas datang itu bersih, tapi begitu petugas pulang mereka datang lagi. Sehingga kami tata ulang dan kami sarankan untuk berpindah ke sisi sebelah barat yang memang diperkenankan,” jelasnya.
Selain penataan lapak, petugas juga menerima informasi adanya dugaan praktik penyewaan trotoar oleh oknum tertentu. Padahal, trotoar dan badan jalan merupakan fasilitas umum yang tidak boleh diperjualbelikan.
“Kalau ada yang merasa menyewa, itu tidak sesuai aturan. Tidak ada biaya sewa di trotoar. Kalau ada sewa berarti itu pungli,” tegas Angga.
Ia menambahkan, pedagang yang berjualan di kawasan tersebut tidak hanya berasal dari dalam kota, tetapi juga dari wilayah kabupaten. Meski demikian, semua diminta menaati aturan yang berlaku dan berbagi ruang secara tertib.
Usai penataan, kondisi lalu lintas di Jalan Cokro terpantau lebih lancar. Ruang kendaraan menjadi lebih lega setelah sisi timur bersih dari lapak.
“Selanjutnya tetap rutin dilakukan pengawasan, karena potensi PKL yang nakal itu masih ada. Ada beberapa PKL masih ada yang kucing-kucing. Terutama yang tidk memahami kondisi dan merasa nyaman dgn tempat yg ada selama ini,” tutup Angga.
Editor : Arif Ardliyanto