Lewat Catwalk di Alun-alun Kraksaan, Batik Probolinggo Diperkenalkan ke Generasi Z
PROBOLINGGO,iNewsProbolinggo.id - Malam itu, alun-alun Kraksaan tak hanya dipenuhi pengunjung yang menikmati perayaan Hari Jadi Kabupaten Probolinggo (Harjakapro) ke-280. Di atas panggung sederhana, deretan model berjalan percaya diri, membalut kain batik dengan corak yang tak biasa.
Bukan sekadar peragaan busana, fashion show yang digelar pada hari keempat Harjakapro itu menjadi ruang pertemuan antara tradisi dan generasi muda.
Mulai dari model cilik hingga dewasa, satu per satu menampilkan batik khas Probolinggo dengan gaya yang lebih segar. Warna-warna cerah dan motif yang dinamis memberi kesan bahwa batik tak lagi identik dengan pakaian formal atau acara tertentu saja.
Ketua Dekranasda Kabupaten Probolinggo, Marisa Juwita Sari, dalam sambutannya mengatakan, kegiatan tersebut memang dirancang untuk mendekatkan batik kepada kalangan Gen Z.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin memperkenalkan batik khas Probolinggo kepada generasi muda. Apalagi ada karya dari Adikarya Perajin Batik Bordir dan Aksesoris (APBBA) kabupaten Probolinggo yang ditampilkan,” ujarnya.
Sebanyak 14 perajin yang tergabung dalam APBBA ambil bagian dalam gelaran ini. Karya mereka ditampilkan di atas panggung, dikenakan oleh para model yang sebagian besar juga berasal dari kalangan muda.Di antara para peserta, Nurin Nafisah akmalia mengaku bangga bisa terlibat. Baginya, berjalan di atas panggung bukan hanya soal tampil, tetapi juga membawa cerita tentang daerahnya.
“Saya sangat bangga bisa ikut mempromosikan batik khas Probolinggo. Motifnya sekarang lebih modern, warnanya juga banyak, jadi cocok untuk anak muda,” tuturnya.
Di tengah arus tren yang serba cepat, cara-cara seperti ini menjadi jembatan agar kearifan lokal tetap hidup. Bagi sebagian anak muda yang hadir, batik mungkin bukan lagi sekadar warisan, melainkan bagian dari identitas yang bisa mereka kenakan dengan percaya diri.
Editor : Arif Ardliyanto