get app
inews
Aa Text
Read Next : Tertabrak Truk Box, Pemuda Kraksaan Tewas di Jalur Pantura Paiton Probolinggo

Kunjungi Candi Jabung, Menteri Kebudayaan Berharap Bisa Jadi Destinasi Untuk Ekonomi

Senin, 26 Januari 2026 | 16:29 WIB
header img
Menteri Kebudayaan Fadli Zon (tengah) saat berkunjung ke Candi Jabung. (Foto : iNewsProbolinggo.id/rifan).

PROBOLINGGO, iNewsProbolinggo.id - Menteri Kebudayaan Republik Indonesia Fadli Zon melakukan kunjungan ke situs sejarah Candi Jabung, Desa Jabungcandi, Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo.

Pada kunjungan Minggu (25/1/2026) sore itu, Fadli Zon berharap bangunan candi tidak hanya menjadi situs sejarah saja namun juga menjadi destinasi wisata yang mampu mendongkrak perekonomian masyarakat.

Fadli Zon mengatakan, menurut sejarah, candi tersebut merupakan peninggalan kerajaan majapahit yang dibangun pada tahun 1276 saka atau 1354 masehi. Kala itu Raja Hayam Wuruk sempat mampir di lokasi yang merupakan daerah Banger tersebut.

Dari sisi arsitekturnya, bahan yang digunakan untuk membangun candi adalah bata merah. Bahan tersebut memang selalu digunakan untuk bangunan di era kerajaan majapahit.

"Menurut penjelasan candi akulturasi dari hindu, budha, kejawen dan kepercayaan lainnya pada masa itu," katanya.

Karena itu, dirinya berharap situs ini dapat dipelihara dengan baik, mulai dari pemeliharaan serta perlindungannya dari segala jenis tantangan, baik tantangan manusia atau pun tantangan alam.

Selain itu, juga bisa dimanfaatkan untuk menjadi ekosistem budaya, sebagai tempat acara festival, syuting film atau apapun yang berkaitan dengan kemajuan budaya dan tradisi lokal lainnya.

"Yang kita harapkan ini bisa menjadi destinasi wisata, baik wisata budaya, religi, spritual, atau wisata kuliner," paparnya.

Menanggapi hal tersebut, Bupati Probolinggo dr. Mohammad Haris mengatakan, pihaknya memang berencana menata agar candi jabung bisa menjadi destinasi wisata. Konsepnya pun masih dalam tahap pembahasan.

Konsep yakni mampu memberikan dampak terhadap perekomian masyarakay sekitar, seperti halnya keterlibatan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Tanpa merusak  atau menghilangkan budaya dari situs tersebut. 

"Jadi dengan banyaknya pengunjung datang ke sini, kemudian banyak UMKM yang terlibat, perekonomian juga berputar, itu yang kita harapkan," ucap Gus Haris.

Editor : Arif Ardliyanto

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut