get app
inews
Aa Text
Read Next : Kurangi pelanggaran, Satlantas Polres Probolinggo Edukasi Tertib Berkendara Sambil Berbagi Takjil

Keistimewaan Malam Nisfu Sya’ban, Momentum Spiritual Menyambut Ramadhan

Senin, 02 Februari 2026 | 07:56 WIB
header img
keistimewaan malam nisfu sya'ban (foto : Freepik)

PROBOLINGGO,iNewsProbolinggo.id - Malam Nisfu Sya’ban yang bertepatan dengan malam 15 Sya’ban setiap tahunnya dikenal sebagai salah satu malam istimewa dalam tradisi keislaman. Malam ini dipercaya sarat dengan keberkahan, rahmat, serta kesempatan luas bagi umat Islam untuk memohon ampunan kepada Allah SWT.

Di berbagai daerah di Indonesia, malam Nisfu Sya’ban kerap disemarakkan dengan rangkaian ibadah, mulai dari zikir bersama, pembacaan Al-Qur’an, hingga majelis doa dan pengajian. Tradisi ini mencerminkan semangat umat Islam dalam menyambut bulan suci Ramadan yang semakin dekat.

Secara bahasa, kata “Nisfu” berarti pertengahan, sehingga Nisfu Sya’ban bermakna pertengahan bulan Sya’ban. Bulan Sya’ban sendiri berada di antara Rajab dan Ramadan, yang sering disebut sebagai bulan persiapan spiritual sebelum memasuki bulan puasa.

Sejumlah riwayat menyebutkan bahwa Rasulullah SAW sangat memuliakan bulan Sya’ban dengan memperbanyak puasa dan ibadah. Hal ini menjadi dasar bagi banyak ulama untuk menilai bahwa bulan ini, khususnya malam pertengahannya, memiliki keutamaan tersendiri.

Dalam pemahaman sebagian besar umat Islam, terdapat beberapa keistimewaan Malam Nisfu Sya’ban. Salah satunya adalah sebagai malam pengampunan dosa. Banyak ulama menjelaskan bahwa pada malam ini Allah SWT membuka pintu ampunan seluas-luasnya bagi hamba-Nya yang bertobat dengan sungguh-sungguh, kecuali bagi mereka yang masih menyimpan dendam, permusuhan, atau terjerumus dalam perbuatan syirik.

Selain itu, Malam Nisfu Sya’ban juga dikenal sebagai waktu mustajab untuk berdoa. Karena itu, umat Islam dianjurkan memperbanyak doa, memohon kebaikan dunia dan akhirat, serta memohon keselamatan dan keberkahan hidup.

Sebagian ulama juga berpendapat bahwa malam ini berkaitan dengan penetapan urusan tahunan manusia, seperti rezeki dan ketentuan hidup selama setahun ke depan. Meski demikian, penetapan takdir yang paling utama tetap diyakini terjadi pada malam Lailatul Qadar di bulan Ramadan.

Lebih dari sekadar ritual, Nisfu Sya’ban menjadi momentum bagi umat Islam untuk bermuhasabah atau introspeksi diri. Malam ini menjadi kesempatan untuk memperbaiki hubungan dengan Allah SWT, mempererat silaturahmi dengan sesama, serta mempersiapkan diri menyambut datangnya bulan suci Ramadan.

Pada malam tersebut, umat Islam biasanya memperbanyak amalan seperti membaca istighfar, melaksanakan salat sunnah, tilawah Al-Qur’an, berzikir, berselawat kepada Nabi Muhammad SAW, serta memanjatkan doa untuk diri sendiri, keluarga, dan umat Islam secara keseluruhan.

Bagi banyak kalangan, Malam Nisfu Sya’ban bukan sekadar malam biasa, melainkan kesempatan berharga untuk meningkatkan kualitas keimanan dan ketakwaan. Dengan memperbanyak ibadah dan menjauhi perbuatan tercela, umat Islam berharap termasuk dalam golongan hamba yang memperoleh rahmat dan ampunan Allah SWT.

Seiring semakin dekatnya bulan Ramadan, Malam Nisfu Sya’ban menjadi pengingat penting akan makna persiapan spiritual, kebersihan hati, dan kesungguhan dalam beribadah.

Editor : Arif Ardliyanto

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut