get app
inews
Aa Text
Read Next : Perbaikan Pipa Rampung, Perumdam Probolinggo Mulai Normalisasi Aliran Air

Penolakan Menguat, Stadion Bayuangga Dinilai “Dikorbankan” untuk Hari Jadi Kota Probolinggo

Jum'at, 29 Agustus 2025 | 14:06 WIB
header img
Konfrensi pers PSSI (FOTO: Raphel/iNewsProbolinggo.id)

PROBOLINGGO, iNewsProbolinggo.id – Rencana Pemerintah Kota Probolinggo menjadikan Stadion Bayuangga sebagai panggung perayaan Hari Jadi Kota Probolinggo menuai kecaman keras. Askot PSSI, klub sepak bola, hingga kelompok suporter kompak menolak. Mereka menuding Pemkot sembrono dan tidak berpihak pada pembinaan olahraga, khususnya sepak bola.

Ketua Askot PSSI Kota Probolinggo, Eko Purwanto, menyebut penggunaan stadion untuk konser atau pesta hiburan sama saja dengan “mengorbankan” sarana olahraga. Ia menegaskan, alasan panitia hanya memakai area luar lapangan hanyalah dalih.

“Apapun alasannya, kami menolak keras. Sampah, kerusakan lintasan, hingga fasilitas yang tercemar, itu pasti terjadi. Stadion ini bukan hanya untuk sepak bola, tapi juga dipakai atlet cabang lain. Kenapa harus dipaksa jadi tempat hiburan?” tegasnya, saat Konfrensi pers.

Eko menambahkan, 20 klub sudah menyatakan keberatan, dan 12 SSB resmi mengirimkan surat penolakan. Ia bahkan mengingatkan pengalaman pahit tahun-tahun sebelumnya, saat rumput stadion rusak parah hingga harus direvitalisasi dengan biaya Rp200 juta dari APBD.

“Dulu saja pemerintah harus keluar ratusan juta untuk memperbaiki. Sekarang mau diulang lagi? Siapa yang tanggung jawab?” sindirnya.

Nada serupa dilontarkan Wakil Ketua Askot PSSI Kota Probolinggo, Abdurahman Sunjoto. Ia menuding Pemkot abai terhadap Instruksi Presiden Nomor 3 Tahun 2019 tentang percepatan pembangunan sepak bola, serta Surat Edaran Mendagri tahun 2004 yang jelas-jelas mewajibkan kepala daerah mendukung pembinaan olahraga.

“Betul tidak ada aturan yang melarang stadion dipakai acara hiburan. Tapi ada aturan yang mewajibkan pemerintah melindungi dan menyediakan sarana olahraga. Kalau Pemkot tidak mampu memberi fasilitas baru, setidaknya jangan merusak yang sudah ada,” tegasnya.

Menurutnya, di tengah minimnya lapangan sepak bola di Probolinggo, sikap pemerintah yang tetap memaksakan stadion sebagai panggung hiburan justru menunjukkan ketidakpedulian terhadap geliat olahraga yang sedang tumbuh.

Sikap tegas juga datang dari kelompok suporter Curvasud Persipro. Perwakilannya, Nur Ali, membantah isu bahwa suporter menerima rencana penggunaan stadion.

“Itu fitnah. Dari dulu kami selalu menolak stadion dipakai untuk selain sepak bola. Kami sudah tiga tahun tidak bisa menonton Persipro di Bayuangga, malah sekarang stadion mau dipakai buat pesta hiburan. Itu bentuk penghinaan terhadap sepak bola Probolinggo,” kecamnya.

Ia mengingatkan, Liga 4 segera bergulir dalam beberapa bulan ke depan, dan stadion seharusnya disiapkan untuk mendukung Persipro, bukan dijadikan ajang panggung sementara.

Dengan gelombang penolakan yang semakin deras, desakan agar Pemkot segera memindahkan acara ke lokasi lain semakin kuat. Alun-alun kota maupun lapangan lain dinilai jauh lebih layak dibanding harus “menggadaikan” stadion kebanggaan warga Kota Probolinggo ini.

Editor : Arif Ardliyanto

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut