Soal Ribuan Jemaah Umrah Sempat Tertahan di Awal Perang, Ini Kata Anggota Komisi VIII DPR RI
PROBOLINGGO, iNewsProbolinggo.id - Kabar puluhan ribu jemaah umrah asal Indonesia tertahan di Arab Saudi karena dampak perang Amerika-Israel vs Iran mendapat respon dari Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia.
Dini Rahmania, anggota Komisi VIII DPR RI itu menjelaskan, jika berdasarkan data yang diterimanya, memang ada sekitar 50 ribu lebih jemaah umrah asal Indonesia sempat terdampak di awal masa konflik.
Saat ini, menurut politisi Partai NasDem asal Probolinggo itu, masalahnya sudah mulai teratasi. Dan alur perjalanan sudah kembali normal.
"Di awal-awal (perang) memang ada yang tertunda. Tapi sekarang sudah lancar," katanya, pada Senin (9/3/2026) lalu.
Dini menjelaskan bahwa keberangkatan jemaah umrah baru pun tetap berjalan. Pemerintah bersama maskapai penerbangan telah menerapkan mitigasi ketat dengan menyesuaikan jalur udara agar tetap berada di zona aman.
“Memang ada yang sampai memutar rute penerbangannya demi menghindari area rawan, tapi ada beberapa airlines yang dipastikan aman dan tidak ada lagi penundaan keberangkatan maupun kepulangan,” paparnya.
Sementara, lanjut Dini, terkait perlindungan jemaah sepenuhnya dicover oleh perusahaan travel. Sementara untuk jemaah haji, keselamatan penerbangan menjadi tanggung jawab maskapai.
Kemudian, terkait pelaksanaan haji 2026, Dini meminta Kementerian Haji untuk proaktif menjalin komunikasi dengan Kedubes RI di Arab Saudi dan Kementerian Haji Arab Saudi.
"Harapannya, umrah dan haji tahun ini berjalan lancar tanpa kendala perang. Kita minta persiapan matang dari sekarang, termasuk koordinasi intensif untuk mitigasi keselamatan jemaah haji mendatang," harapnya.
Editor : Arif Ardliyanto