get app
inews
Aa Text
Read Next : Tamat! Karir Kriminal 7 Begal Probolinggo Berakhir di Jeruji Besi

Viral Mengaku Jadi Korban Begal di Kraksaan, Pria Ini Ternyata Jual Motor Ayahnya

Rabu, 03 Juni 2026 | 21:08 WIB
header img
pria yang mengaku jadi korban begal saat melakukan klarifikasi (foto : iNewsProbolinggo.id/Angga)

PROBOLINGGO, iNewsProbolinggo.id - Kasus dugaan pembegalan yang sempat viral di media sosial dan disebut terjadi di sekitar kawasan Makam Pahlawan, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, pada Senin (1/6/2026), akhirnya terungkap sebagai cerita rekayasa.

Pria yang sebelumnya mengaku menjadi korban pembegalan, Nugroho Priyo Wicaksono, mengakui bahwa peristiwa tersebut tidak pernah terjadi. Ia sengaja membuat skenario palsu dengan alasan terdesak kebutuhan ekonomi keluarga.

Dalam klarifikasinya kepada pihak kepolisian, Nugroho mengaku menjual sepeda motor milik ayahnya seharga Rp1,5 juta. Untuk menutupi penjualan tersebut, ia kemudian merekayasa cerita seolah-olah menjadi korban pembegalan.

"Saya membuat cerita palsu bahwa saya telah dibegal. Saya melakukan hal tersebut karena kebutuhan ekonomi keluarga," ungkapnya.

Menurut pengakuannya, rencana menjual sepeda motor itu telah dipikirkan sejak sekitar satu bulan sebelumnya. Pada malam kejadian, sekitar pukul 21.30 WIB, ia bertemu dengan seorang pembeli di wilayah Kraksaan dan menjual sepeda motor Honda Beat tahun 2014 milik ayahnya dengan harga Rp1,5 juta.

Setelah transaksi selesai, Nugroho membeli silet dan menuju lokasi di sebelah timur Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) di Jalan Wahidin Sudiro Husodo, Kraksaan.

Di lokasi tersebut, ia melukai bagian tangan dan kepalanya sendiri untuk memperkuat cerita yang akan disampaikan kepada keluarga maupun pihak lain.

"Saya melukai tangan dan kepala saya sendiri menggunakan silet, kemudian meminta bantuan seseorang yang tidak saya kenal untuk diantar berobat ke RS Waluyojati Kraksaan," katanya.

Dalam pemeriksaan, Nugroho menegaskan bahwa tidak ada pelaku begal maupun aksi perampasan kendaraan seperti yang sebelumnya beredar luas di media sosial.

Ia juga mengakui seluruh skenario tersebut dilakukan seorang diri tanpa melibatkan pihak lain.

Uang hasil penjualan sepeda motor, lanjut dia, digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari keluarganya.

Atas perbuatannya, Nugroho menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat dan pihak kepolisian karena telah menimbulkan keresahan melalui informasi yang tidak benar.

"Saya meminta maaf kepada seluruh masyarakat Probolinggo dan kepada kepolisian, khususnya Polres Probolinggo, atas informasi yang tidak benar tersebut," ujarnya.

Usai proses klarifikasi, Kapolsek Kraksaan, Kompol Masykur, mengimbau masyarakat agar tidak membuat maupun menyebarkan informasi bohong yang dapat menimbulkan keresahan publik.

"Kami berharap kepada masyarakat agar kejadian serupa tidak terjadi lagi. Dengan alasan apa pun, cerita bohong seperti ini dapat meresahkan masyarakat dan mengganggu situasi kamtibmas yang selama ini kondusif," tegasnya.

Terungkapnya kasus ini sekaligus menjawab keresahan warga yang sempat khawatir setelah kabar pembegalan tersebut viral di berbagai platform media sosial. Polisi mengingatkan masyarakat untuk memastikan kebenaran informasi sebelum mempercayai atau menyebarkannya kepada orang lain.

Editor : Arif Ardliyanto

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut