Permainan Edukatif Bantu Pantau Motorik Anak, Ini Hasil Observasi Mahasiswa UM
PROBOLINGGO, iNewsProbolinggo.id - Tawa dan sorak anak-anak terdengar memenuhi halaman KB dan TK Laboratorium Universitas Negeri Malang (UM). Bagi mereka, hari itu dipenuhi berbagai permainan yang menyenangkan. Namun di balik setiap lompatan, lemparan, hingga tantangan sederhana yang mereka lakukan, terdapat proses penting untuk melihat bagaimana tumbuh kembang mereka berlangsung.
Sebanyak 13 anak usia 4 hingga 7 tahun mengikuti kegiatan observasi perkembangan melalui Active Motor Card (AMC) dalam program Belajar Bersama Masyarakat (BBM) Tematik Performance Lab Universitas Negeri Malang bertajuk "Children Boot Camp: Fun Fitness Adventure."
Program tersebut tidak sekadar mengajak anak bermain. Setiap aktivitas dirancang untuk mengamati sekaligus menstimulasi kemampuan motorik, kognitif, afektif, perilaku (behavioral), hingga aspek salutogenik yang berkaitan dengan kemampuan anak menjaga kesehatan dan kesejahteraannya.
Bagi mahasiswa, kegiatan ini menjadi kesempatan untuk belajar langsung di lapangan. Mereka menerapkan metode tes dan pengukuran perkembangan anak usia dini sambil berinteraksi dengan peserta didik dalam suasana yang menyenangkan.
Hasil observasi menunjukkan sebagian besar anak memiliki kemampuan motorik pada kategori baik. Temuan tersebut kemudian menjadi dasar penyusunan rekomendasi pembelajaran yang lebih banyak memanfaatkan pendekatan bermain sebagai media stimulasi perkembangan anak.
Penanggung jawab program kerja tingkat TK, Teguh Syaifullah Akbar, mengatakan kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan sejak usia dini melalui metode pembelajaran yang menyenangkan.
"Tujuan dari program ini tidak lain adalah mendukung terwujudnya kehidupan sehat dan sejahtera serta pendidikan yang berkualitas, sebagaimana tercantum dalam Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau SDGs," ujarnya.
Menurut Teguh, masa usia dini merupakan periode penting dalam pembentukan kemampuan dasar anak. Karena itu, pemantauan perkembangan melalui aktivitas yang sesuai dengan dunia anak diharapkan dapat membantu guru maupun orang tua memahami kebutuhan setiap anak.
Di tengah riuh tawa dan semangat mereka menyelesaikan setiap permainan, para peserta tidak menyadari bahwa setiap gerakan yang dilakukan menjadi bagian dari upaya mengenali potensi diri sejak dini. Sementara bagi mahasiswa, pengalaman tersebut menjadi pelajaran bahwa proses belajar tidak selalu berlangsung di ruang kelas, tetapi juga hadir melalui interaksi langsung dengan masyarakat.
Editor : Arif Ardliyanto