get app
inews
Aa Text
Read Next : Sudah Jenuh, Warga Kota Probolinggo Tuntut Pencabutan Izin Homestay Hadi

Pastikan Kualitas Pendidikan, Komisi I DPRD Awasi Ketat Sarpras dan Iklim Belajar Siswa

Selasa, 19 Mei 2026 | 21:06 WIB
header img
Pastikan Kualitas Pendidikan, Komisi I DPRD Awasi Ketat Sarpras dan Iklim Belajar Siswa (Foto : iNewsProbolinggo.id/ar).

PROBOLINGGO, iNewsProbolinggo.id - Komisi I DPRD Kota Probolinggo melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke salah satu SMP di Kota Probolinggo untuk memastikan kualitas pendidikan berjalan baik, mulai dari pengelolaan sarana-prasarana hingga kondisi lingkungan belajar siswa di sekolah, Senin (18/05/2026).

Dalam sidak tersebut, DPRD menyoroti penggunaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS), khususnya untuk proyek sarana dan prasarana, agar pelaksanaannya sesuai aturan dan tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari.

Sekretaris Komisi I DPRD Kota Probolinggo, Zainul Fathoni, mengatakan pengawasan dilakukan sebagai tindak lanjut dari polemik proyek sarpras sekolah yang sempat menjadi perhatian pada tahun lalu.

“Karena ini diawali dari beberapa waktu yang lalu, yaitu tahun 2025, memang ada sedikit gonjang-ganjing terkait proyek sarana-prasarana yang bersumber dari dana BOS,” kata Zainul.

Menurutnya, DPRD ingin memastikan seluruh proses penggunaan dana BOS dilakukan secara transparan dan sesuai ketentuan, termasuk dalam penunjukan rekanan proyek.

“Pelaksanaan proyek sarana-prasarana yang diambil dari BOS itu ke depan harus dipastikan betul-betul sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku, termasuk juga kepatuhan terhadap mekanisme penunjukan rekanan,” ujarnya.

Ia juga menyinggung adanya dugaan persoalan terkait kelayakan rekanan yang pernah terlibat dalam proyek tersebut. Karena itu, pihak sekolah diminta lebih selektif dan memastikan legalitas usaha rekanan benar-benar sesuai aturan.

“Rekanan yang ditunjuk itu ada yang tidak memenuhi kualifikasi, termasuk juga terkait legalitas usahanya yang sudah expired dan sebagainya,” ucapnya.

Zainul menegaskan, pengelolaan dana pendidikan yang baik akan berdampak langsung pada kenyamanan belajar siswa serta kualitas fasilitas yang diterima sekolah.

Selain pengawasan sarana-prasarana, Komisi I juga memberi perhatian terhadap iklim belajar siswa, terutama terkait pencegahan praktik bullying atau perundungan di lingkungan sekolah.

“Nah, kita juga menyampaikan kepada sekolah bahwa besar harapan kami praktik-praktik bullying atau perundungan yang berpotensi terjadi di sekolah itu tidak lagi terjadi,” katanya.

Ia berharap seluruh pihak di lingkungan sekolah dapat menjaga suasana belajar yang aman dan nyaman bagi siswa. Menurutnya, perundungan dapat berdampak serius terhadap kondisi psikologis anak.

“Karena itu nanti akan berdampak pada psikologi dan semangat belajar peserta didik. Tidak jarang ada banyak kasus sebelumnya korban bullying ini yang kemudian memutuskan akhirnya tidak bersekolah lagi,” jelasnya.

Dalam sidak tersebut, Komisi I turut melihat langsung kondisi fasilitas sekolah. Hasil sementara, sarana yang tersedia dinilai cukup mendukung kegiatan belajar mengajar.

Sementara terkait informasi dugaan bullying yang melibatkan oknum tertentu di sekolah, Zainul menegaskan hal tersebut masih belum dapat dipastikan karena masih perlu diverifikasi lebih lanjut.

“Ada informasi yang masih belum bisa diverifikasi, ada pihak-pihak tertentu atau oknum guru yang melakukan tindak bullying katanya. Tetapi sekali lagi ini sesuatu yang masih belum diverifikasi,” pungkasnya.

Editor : Arif Ardliyanto

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut