Warung Kelontong di Kraksaan Dibobol Saat Pemilik Belanja, Pedagang Pasar Mulai Resah
PROBOLINGGO, iNewsProbolinggo.id - Rutinitas pagi yang biasa dijalani Titik Triharyanti berubah menjadi kepanikan saat ia kembali dari belanja subuh di Pasar Semampir, Kraksaan, kabupaten Probolinggo, Selasa (19/5/2026).
Warung kelontong miliknya yang berada di kawasan Pasar Kebonagung, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, dibobol maling saat ditinggal beberapa saat untuk membeli stok dagangan.
Perempuan itu mengaku awalnya tidak menaruh curiga apa pun. Namun sesampainya di depan toko, ia mendapati gembok gerbang sudah hilang.
“Saat saya pulang belanja dari Pasar Semampir Kraksaan, kunci gembok di gerbang sudah tidak ada,” ujarnya.
Dengan perasaan cemas, Titik langsung masuk dan memeriksa isi warungnya. Sejumlah barang dagangan ternyata hilang.
Beberapa barang yang raib di antaranya gula sekitar 50 kilogram, rokok, enam dus mi instan, dua dus pop mie, serta sejumlah barang kebutuhan lainnya.
Bagi Titik, kehilangan itu terasa berat. Barang-barang tersebut merupakan modal usaha yang setiap hari digunakan untuk menyambung kebutuhan keluarga.
“Kerugian diperkirakan sekitar Rp5 juta. Dan ini bukan pertama kalinya warung saya kemalingan,” katanya.
Ia mengaku sempat menyampaikan kejadian itu kepada pengelola pasar. Namun karena belum ada tindak lanjut yang dirasakan, ia akhirnya memutuskan melapor langsung ke Polsek Kraksaan.
“Saya awalnya laporan ke kepala pasar. Katanya sudah dilaporkan ke polisi, tapi saya tunggu belum ada tindakan. Akhirnya saya lapor sendiri dan polisi langsung datang cek lokasi,” tuturnya.
Kapolsek Kraksaan, Kompol Masykur, membenarkan adanya laporan pencurian tersebut. Polisi telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan kini mulai mendalami kasus tersebut.
“Dari kejadian ini kami akan melakukan penyelidikan. Selama ini memang belum pernah ada laporan resmi terkait pencurian di lokasi tersebut,” ujarnya.
Selain melakukan penyelidikan, polisi juga akan berkoordinasi dengan pengelola pasar terkait keamanan di kawasan pertokoan.
“Kami juga akan berkoordinasi dengan pihak pasar agar ke depan kejadian seperti ini tidak terjadi lagi,” tambahnya.
Menurut Masykur, pihak kepolisian juga akan menggali informasi dari para pedagang dan memeriksa kemungkinan adanya lokasi pencurian lain di area pasar.
“Kami akan menggali informasi serta melakukan penyelidikan dan pemeriksaan saksi apakah masih ada TKP lain yang terjadi di pasar tersebut,” katanya.
Di tengah ramainya aktivitas pasar setiap pagi, kabar kehilangan sebenarnya sudah lama terdengar di kalangan pedagang. Namun banyak yang memilih diam dan tidak melapor.
Editor : Arif Ardliyanto