Razia Jam Sekolah, Empat Anak di Probolinggo Kedapatan Nongkrong di Luar Kelas
PROBOLINGGO, iNewsProbolinggo.id - Empat pelajar terjaring razia Satpol PP saat jam pelajaran masih berlangsung. Mereka kedapatan berada di luar lingkungan sekolah pada siang hari, saat seharusnya mengikuti kegiatan belajar mengajar, Selasa (24/02/2026).
Tiga pelajar ditemukan sedang nongkrong di sebuah warung di kawasan Jalan Wahid Hasyim. Sementara satu pelajar lainnya terjaring di area pemandian wilayah Wonoasih.
Kedua lokasi tersebut memang kerap menjadi titik patroli karena beberapa kali ditemukan kasus serupa.
Kabid Trantibum Satpol PP Angga Budi mengatakan, bahwa penertiban ini merupakan bagian dari patroli rutin untuk menjaga ketertiban umum, termasuk memastikan pelajar tidak berkeliaran saat jam sekolah.
“Tadi ada tiga dari SMK dan satu dari MA di wilayah kabupaten. Karena masih bulan puasa, kami tidak melakukan tindakan berat, hanya pembinaan,” katanya.
Keempat pelajar itu kemudian dibawa untuk didata. Satpol PP juga memanggil orang tua masing-masing serta menghadirkan pihak sekolah agar persoalan bisa diselesaikan bersama.
“Kami pertemukan anak, orang tua, dan sekolah. Supaya semua tahu dan bisa sama-sama melakukan pembinaan. Anak-anak ini juga kami beri pemahaman agar tidak mengulangi lagi,” paparnya.
Dari pengakuan para pelajar, mereka memilih tidak masuk kelas karena datang terlambat. Mereka khawatir mendapat hukuman jika tetap masuk sekolah.
Padahal, menurut keterangan pihak sekolah, siswa yang terlambat tetap diperbolehkan mengikuti pelajaran meski ada sanksi tertentu.
“Kami sudah mengimbau pemilik warung maupun tempat usaha agar tidak menerima anak sekolah saat jam pelajaran," paparnya.
Hanya saja, lanjut Angga, anak-anak beralasan jam kosong, sudah pulang, atau libur, jadi pemilik usaha akhirnya tetap melayani.
Penertiban seperti ini dilakukan secara berkala di sejumlah titik yang dianggap rawan. Meski demikian, pendekatan yang dilakukan tetap mengedepankan pembinaan agar para pelajar tidak mengulangi perbuatannya.
Editor : Arif Ardliyanto