Lewat Forum Silaturahmi Ning Ajwa, Putri Kiai Se-Probolinggo Raya Bangun Kemaslahatan Umat

Zainul Rifan
.
Senin, 21 November 2022 | 19:11 WIB
Forum Silaturahmi Ning Ajwa (foto : zainul rifan/iNewsProbolinggo.id)

PROBOLINGGO, iNewsProbolinggo.id - Forum Silaturahmi Ning Ajwa melaksanakan Milad pertama, pada senin (21/11/2022) pagi, sekitar pukul 09.00 WIB. Anniversary perkumpulan putri kiai tersebut, dilaksanakan di Aula Ponpes Darul Ulum, Desa/Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo

Pada acara Milad itu, turut dilakukan pengukuhan ketua umum, wakil ketua, sekretaris dan bendaharanya. Tanda pengukuhan, disematkan oleh Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Probolinggo, sekaligus istri Wakil Bupati Probolinggo, Nunung Timbul Prihanjoko.  

Nama Ajwa sendiri, diambil dari nama kurma Nabi Muhamad SAW yang mengandung banyak manfaat. Sehingga lewat penyematan Ning Ajwa, komunitas putri kiai tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat, bagi seluruh umat. 

Salah satu contohnya, memberikan santunan kepada masyarakat kurang mampu pada acara Milad tersebut.

Ketua Forum Silaturahmi Ning Ajwa, Ning Nurhayati mengatakan, kalau forumnya dibentuk guna menyatukan silaturahim, antar pondok di Kabupaten Probolinggo. Di mana, sebelumnya banyak yang tidak saling kenal.


Pemotongan tumpeng oleh Ketua TP PKK Kabupaten Probolinggo Nunung Timbul Prihanjoko (krudung coklat) yang diberikan kepada ketua Forum Silaturahmi Ning Ajwa Nurhayati (foto : zainul rifan/iNewsProbolinggo.id)
 

Lewat adanya forum itu, putri antar kiai di Probolinggo kedepan bisa saling mengenal satu dengan lainnya. Meski forum tersebut, terfokus pada pesantren yang ada di Kabupaten Probolinggo. Namun, ada beberapa peserta juga yang berasal dari luar daerah.

Mereka turut antusias mengikuti Miladi Ning Ajwa tersebut. Seperti ninn yang berasal dari wilayah Lumajang, Jember, Situbondo dan Ploso Jawa Tengah.

"Yang pertama berdiri 15 orang dengan 5 pondok, sekarang sekitar 110 orang dengan 48 pondok pesantren," terangnya.

Ning Nur menjelaskan, kalau kegiatan forumnya bukan hanya terbatas pada silaturahmi saja, melainkan turut bergerak pada bidang sosial. Seperti memberikan bantuan kepada warga yang membutuhkan. 


Penyematan tanda pengukuhan (foto : zainul rifan/iNewsProbolinggo.id)
 

"Saya berkeinginan, bisa menjalin kerjasama usaha pondok satu dengan lainnya, juga bisa mendirikan tempat  tinggal untuk anak-anak terlantar," ucap Ning dari Lembaga Pendidikan Al-Ikhlas itu.

Pun demikian, dikatakan anggota forum silaturahmi Ning Ajwa lainnya. Ning Lailatul Jum'ah mengatakan, kalau dirinya tertarik menjadi peserta forum tersebut, dikarenakan selain bisa bersilaturahmi dengan putri-putri kiai, juga memberikan sumbangsih sosial kepada warga yang membutuhkan.

"Ikatan kebersamaan dan ikatan silaturahimnya, sangat luar biasa dan kegiatannya positif," kata sohibul bait Ponpes Badridduja, Kraksaan itu

Ia berharap, Forum Silaturahmi Ning Ajwa dapat terus bermanfaat seperti namanya yang diambil dari nama kurma Nabi Muhammad SAW. Di mana kaya akan manfaat, seperti jika makan kurma tersebut sebanyak 7 biji di pagi hari, bisa menyembuhkan penyakit ditubuhnya.

"Semoga ke depan terus memberikan manfaat kepada semua masyarakat," harapnya.

Sementara Penasehat Forum Silaturahmi Ning Ajwa, Ning Khotimatul Husna mengaku, kalau dirinya mau diangkat sebagai penasihat lantaran dari awal terbentuknya forum tersebut bertujuan mempererat tali silaturahmi antar pesantren, serta memberikan bantuan sosial kepada masyarakat.

Dengan begitu, pihaknya yang tergabung dalam forum tersebut bisa mengetahui, kondisi yang ada disekitarnya. Mengetahui, siapa saja yang ekonominya perlu dirangkul dengan mengunakan dana yang sudah digalang oleh pihaknya.

"Saya berpesan kepada pengurus dan anggota, agar terus berjalan dengan tanpa adanya perbedaan. Apapun yang terjadi nanti, baik ada politik atau apapun itu jangan sampai terpecah," paparnya.

Ning dari Ponpes Mambaul Ulum Paiton itu berharap, Forum Silaturahmi Ning Ajwa kedepan bisa lebih berkembang, lebih menambah ilmu, pengalaman dan lebih peka terhadap apa yang terjadi disekitarnya.

Editor : Ahmad Hilmiddin
Bagikan Artikel Ini