get app
inews
Aa Text
Read Next : Jajaran Polsek Krejengan Turun ke Jalan, Bagikan Ribuan Takjil ke Warga

Rumah Rusak Diterjang Puting Beliung, Warga Ngepung Bergotong Royong Perbaiki Atap

Selasa, 10 Maret 2026 | 09:19 WIB
header img
Salah satu atap rumah warga yang terkena angin kencang (foto : iNewsProbolinggo.id/ar)

PROBOLINGGO, iNewsProbolinggo.id - Angin puting beliung menerjang Dusun Ngepung, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo pada Minggu (8/3/2026) sore. Peristiwa tersebut menyebabkan sejumlah atap rumah warga rusak setelah diterjang angin kencang yang datang secara tiba-tiba.

Warga setempat Juariah (49), menyebutkan, sebelum kejadian sempat turun hujan sekitar pukul 15.00 WIB. Tidak lama kemudian, sekitar pukul 16.00 WIB, angin berputar datang dan menerjang permukiman warga. 

“Saya lagi istirahat di dalam rumah, mau masak akhirnya langsung keluar saya dan tetangga saya,” ujarnya.

Ia menambahkan, saat itu kondisi lingkungan tidak gelap dan listrik masih menyala. Namun angin bertiup cukup kencang sehingga membuat beberapa bagian atap rumah rusak.

Di rumah Juariah, sedikitnya enam lembar seng atap terlepas akibat diterjang angin. Kerusakan tersebut langsung diperbaiki bersama warga sekitar secara gotong royong tanpa menggunakan jasa tukang.

“Yang penting cepat dibenahi supaya kalau hujan tidak masuk air. Warga langsung bantu-bantu memperbaiki,” katanya.

Harga seng yang digunakan untuk perbaikan sekitar Rp38 ribu per lembar. Proses perbaikan dilakukan hingga sekitar pukul 20.00 WIB agar rumah tidak kembali kemasukan air jika hujan turun.

Selain rumah Juariah, beberapa rumah warga lain juga terdampak. Di antaranya rumah milik Harmoko (40) pada bagian ruang makan, Warto (50) pada bagian dapur, serta rumah Asir (50) yang mengalami kerusakan pada bagian teras.

Kerusakan juga terjadi pada rumah milik Bambang (43) yang masih satu rumah dengan Juariah. Sementara rumah milik Suyid (50) yang berada di lokasi berbeda mengalami kerusakan pada bagian dapur serta seng di teras. Rumah Sumarti (60) juga terdampak pada bagian dapur.

Sebagian besar kerusakan kini sudah diperbaiki oleh warga sehingga ruangan kembali bisa digunakan. Namun ada satu rumah milik Lasiati yang atap terasnya rusak dan belum diperbaiki karena keterbatasan biaya, meskipun tidak mengganggu aktivitas penghuni.

“Anginnya kencang sekali, datangnya dari utara ke selatan. Yang paling terasa di sebelah barat,” kata Juariah.

Selain di Dusun Ngepung, angin puting beliung pada hari yang sama juga dilaporkan terjadi di Desa Pohsangit Leres. 

Peristiwa tersebut merusak rumah milik Hamidah (41) pada bagian dapur serta satu bangunan kosong di depan rumahnya yang sudah tidak berpenghuni.

Hamidah mengatakan kejadian itu terjadi saat ia sedang duduk santai di sore hari ketika tiba-tiba melihat angin berputar di sekitar rumahnya.

“Saya lagi duduk-duduk santai, tiba-tiba lihat angin muter. Saya langsung teriak-teriak, suami saya sampai adzan di depan rumah,” ujarnya.

Kerusakan pada dapur rumah Hamidah menyebabkan puluhan genting berjatuhan. Untuk memperbaiki bagian atap tersebut dibutuhkan sekitar 300 genting dengan biaya sekitar Rp1 juta, termasuk ongkos tukang. Perbaikan sempat dilakukan hingga malam hari dan dilanjutkan kembali keesokan harinya.

Editor : Arif Ardliyanto

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut