Teror Warga Kota Probolinggo Selama Dua Hari, Biawak Ukuran Satu Meter Lebih Berhasil Dievakuasi
PROBOLINGGO, iNewsProbolinggo.id - Kemunculan biawak besar yang masuk ke rumah warga di Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo, selama dua hari berturut-turut menjadi perhatian warga dan petugas.
Peristiwa ini terjadi pada Jumat (10/4/2026) dan kembali terulang pada Sabtu (11/4/2026) di lokasi berbeda yang masih berada dalam satu kecamatan.
Menurut Komandan Regu 1 Damkar Kota Probolinggo, Sholeh Hermanto, hal tersebut tidak hanya membuat warga resah, tetapi juga memunculkan dugaan adanya perubahan perilaku satwa liar yang mulai masuk ke area permukiman.
Petugas yang melakukan evakuasi di dua lokasi berbeda menyebutkan, biawak yang ditemukan berukuran cukup besar, bahkan lebih dari satu meter.
Sholeh mengatakan laporan pertama diterima dari warga melalui layanan call center.
“Warga melapor ada biawak masuk ke rumah, kami langsung menuju lokasi,” ujarnya, Minggu (12/4/2026)
Pada kejadian pertama, biawak sempat bersembunyi di belakang lemari sebelum akhirnya bergerak cepat dan berusaha kabur saat akan diamankan petugas.
“Ketika mau dijepit, biawak lepas dan lari lagi. Kami melakukan pengamanan dengan cara manual, yaitu kami injak sebelum biawak kabur,” jelasnya.
Hal serupa kembali terjadi pada hari berikutnya di wilayah berbeda namun juga terjadi di Mayangan. Menurut Sholeh, proses pencarian biawak sempat menyulitkan petugas karena hewan tersebut berpindah-pindah di dalam rumah warga.
“Awalnya tidak terlihat, padahal sudah kami sisir seluruh ruangan. Kami cari di dapur, di kamar-kamar tidak ada. Setelah dipastikan ulang oleh pemilik rumah, ternyata ada di bawah meja,” katanya.
Saat proses evakuasi, biawak tersebut kembali menunjukkan perlawanan dan sempat lolos dari jepitan petugas sebelum akhirnya berhasil diamankan dengan menginjak biawak tersebut.
"Memang yang kami gunakan merupakan alat penjepit ular, bukan biawak. Jadi lebih sulit karena biawak lebih besar," tambahnya.
Sholeh menyebutkan, kedua biawak yang dievakuasi memiliki ukuran lebih dari satu meter dan diduga berasal dari area aliran sungai yang tidak jauh dari permukiman warga.
“Lokasinya dekat sungai, kemungkinan besar hewan keluar dari habitatnya. Kondisi cuaca yang panas juga bisa jadi faktor,” ungkapnya.
Peristiwa dua hari berturut-turut ini menjadi perhatian tersendiri, mengingat kemunculan satwa liar ke dalam rumah warga dinilai mulai sering terjadi di wilayah yang berdekatan dengan aliran air.
Editor : Arif Ardliyanto