Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : 2 Rumah di Probolinggo Terbakar Saat Mati Lampu, Penyebabnya Masih Diselidiki
Advertisement . Scroll to see content

Kembali Terbakar, Pintu Masuk Gunung Bromo Dari Arah Malang Ditutup

Jum'at, 11 September 2026 | 14:16 WIB
  • author Zainul Rifan
Kembali Terbakar, Pintu Masuk Gunung Bromo Dari Arah Malang Ditutup
Kondisi bara api pada kamis malam (foto : iNewsProbolinggo.id/istimewa)

PROBOLINGGO, iNewsProbolinggo.id - Kebakaran di Kawasan Gunung Bromo membuat pihak Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) terpaksa melakukan penutupan pintu masuk Jemplang Malang.

Hal itu dilakukan guna memperlancar proses penanganan kebakaran serta keamanan serta keselamatan pengunjung wisatawan Gunung Bromo.

Untuk saat ini pengunjung hanya bisa masuk melalui pintu masuk Cemorolawang Kabupaten  Probolinggo dan Wokriti Kabupaten Pasuruan. 

Tidak hanya itu, pengunjung hanya dibatasi bisa bersua foto atau menikmati lautan pasir saja, karena savana watangan atau bukit teletubies ditutup.

"Penutupan berlaku sejak Kamis (10/9/2026) sampai batas waktu yang akan disampaikan lebih lanjut," tulis pengumuman resmi yang ditandatangani langsung Kepala Balai Besar Ir. Rudijanta Tjahja Nugraha.

Kemudian, aktivitas transportasi Malang-Lumajang melalui Kecamatan Poncokusumo dan Senduro tetap dapat dilalui. Serta kegiatan kunjungan wisatawan ke Ranu Regulo juga tetap dapat diakses sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

"Akses menuju kebakaran hanya diperuntukan untuk petugas, mitra dan relawan yang terlibat dalam penanganan dan pemadaman sesuai tugas dan kewenangannya," lanjutnya.

Diberitakan sebelumnya,  Kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) kembali dilaporkan terbakar, pada Kamis (10/9/2026) sore. Kobaran api terlihat di sekitar bukit penggol, Desa Ngadisari, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo.

Informasi yang berhasil dihimpun, titik api pertama kali muncul di sekitar bukit penggol. Namun karena kondisi angin yang cukup kencang serta vegetasi yang kering membuat api lebih cepat membesar.

Editor: Arif Ardliyanto

Related News

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut