get app
inews
Aa Text
Read Next : Sudah Jenuh, Warga Kota Probolinggo Tuntut Pencabutan Izin Homestay Hadi

Festival Ketapang Satukan 500 Peserta, Rawat Budaya hingga Dongkrak UMKM

Minggu, 12 April 2026 | 12:56 WIB
header img
Tarian tradisional turut dilestarikan dalam festival tersebut (foto : iNewsProbolinggo.id/ar)

PROBOLINGGO, iNewsProbolinggo.id - Sekitar 500 warga terlibat dalam gelaran Ketapang Night Culture Festival yang berlangsung di Kelurahan Ketapang, Kecamatan Kademangan, Kota Probolinggo, Sabtu, (11/04/2026) malam. 

Kegiatan ini menghadirkan rangkaian pertunjukan seni sekaligus aktivitas ekonomi masyarakat melalui UMKM.
Festival yang dipusatkan di Perumahan Kopian Indah tersebut diawali dengan karnaval budaya dari kantor kelurahan menuju lokasi acara.

Sepanjang rute, peserta menampilkan berbagai atraksi, mulai dari musik dug-dug, tari tradisional, hingga penampilan komunitas yang membawa berbagai jenis ular.

Setelah itu, kegiatan dilanjutkan di panggung utama dengan beragam pertunjukan seni. Warga dari berbagai RW menampilkan tari tradisional, musik band, fashion show, serta parade batik. 

Di sisi lain, puluhan stan UMKM berjajar menawarkan makanan dan minuman kepada pengunjung.
Padatnya penonton membuat jalan lingkungan yang biasanya lengang menjadi ramai. 

Waktu tempuh yang umumnya hanya beberapa menit menjadi lebih lama karena dipadati warga yang menyaksikan karnaval.

Wali Kota Probolinggo Aminuddin mengatakan, kegiatan ini menunjukkan partisipasi masyarakat yang tinggi.

“Yang biasanya dari Masjid Tiban ke sini cuma dua menit, tadi sampai setengah jam karena padatnya warga,” ujarnya.

Ia menilai kegiatan tersebut tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga berdampak pada aktivitas ekonomi warga.

“Kita lihat tadi dari tenda-tenda UMKM sudah banyak yang habis, itu tanda perekonomian ikut bergerak dengan adanya festival ini,” katanya.

Menurutnya, Kelurahan Ketapang memiliki posisi strategis karena berada di jalur menuju Gunung Bromo. Hal ini dinilai dapat dimanfaatkan untuk mendukung pengembangan ekonomi masyarakat.

“Ke depan akan kita kembangkan, seperti fasilitas pusat oleh-oleh dan tempat istirahat,” ujarnya.

Wali Kota juga menyoroti keterlibatan generasi muda dalam kegiatan tersebut.

“Anak-anak juga banyak yang berlatih dan tampil, jadi mereka bisa menjajal keberanian melalui tari, nyanyi, dan keterampilan lainnya,” tambahnya.

Sementara itu,Lurah Ketapang Gunawarman Tri Pambudhi, menyebut kegiatan ini bertujuan untuk melestarikan budaya di tingkat lingkungan sekaligus mendorong aktivitas warga.

“Harapannya bisa mendatangkan wisatawan, meningkatkan daya beli UMKM, dan membuat anak-anak lebih aktif,” ujarnya.

Ia menambahkan, kehadiran komunitas UMKM juga berperan dalam menggerakkan usaha kuliner warga. Komunitas tersebut menjadi wadah bagi pelaku usaha rumahan untuk memproduksi dan memasarkan berbagai makanan dan minuman.

Ketua RW 04 Perumahan Kopian Indah, Sutoyo, mengatakan kegiatan ini menjadi sarana bagi warga untuk menampilkan potensi yang dimiliki.

“Dengan kegiatan seperti ini, orang luar bisa tahu budaya Ketapang seperti apa. Selain itu, pelaku UMKM juga bisa mendapatkan ide dan peluang,” ujarnya.

Ia menyebut jumlah pengunjung yang hadir mencapai ribuan orang. Meski persiapan dilakukan dalam waktu terbatas, kegiatan tetap berjalan lancar hingga selesai.

Festival ini menghadirkan keterlibatan warga dalam berbagai kegiatan, mulai dari pertunjukan seni hingga aktivitas ekonomi melalui UMKM di lingkungan setempat.

Editor : Arif Ardliyanto

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut