Ini Langkah Pemkot Probolinggo Atasi Anak Putus Sekolah
PROBOLINGGO, iNewsProbolinggo.id - Upaya menuntaskan anak tidak sekolah (ATS) di Kota Probolinggo kini dilakukan dengan cara lebih dekat ke masyarakat. Melalui gerakan Sahabat ATS, Pemkot Probolinggo mengerahkan kader PKK hingga tingkat RT dan RW untuk turun langsung mendata anak-anak yang belum mengenyam pendidikan.
Gerakan ini diluncurkan di Kantor Kelurahan Kedungasem, Kecamatan Wonoasih, Senin (30/03/2026), sebagai langkah konkret pemerintah dalam mengambil inisiatif, bukan sekadar menunggu laporan.
Bunda PAUD Kota Probolinggo dr. Evariani, menegaskan peran penting kader di lapangan karena memiliki jaringan yang menjangkau hingga ke lingkungan terkecil.
“PKK nantinya akan turun langsung ke lapangan, karena memiliki jaringan dasa wisma yang terhubung hingga tingkat RT dan RW. Melalui kader-kader inilah pendataan dapat dilakukan sampai ke rumah-rumah untuk menemukan anak-anak yang belum bersekolah,” jelasnya, Selasa (31/3/2026)
Dengan pendekatan ini, diharapkan tidak ada lagi anak yang luput dari pendataan. Sebab, selama ini masih ada anak tidak sekolah yang belum terjangkau program.
Disamping itu, Wali Kota Probolinggo Dokter Aminuddin menambahkan, bahwa setelah data terkumpul, penanganan akan dilakukan sesuai penyebab masing-masing anak. Pemerintah, tidak akan menggunakan satu solusi untuk semua kasus.
Menurutnya, jika masalahnya itu karena pembiayaan, maka tidak akan masalah lagi karena sudah digratiskan. Namun jika karena faktor kesehatan, maka pihaknya akan turun tim kesehatan.
"Kalau masalahnya sosial, nanti akan turun dari Dinas Sosial," paparnya.
Ia juga memastikan, anak-anak yang mengalami hambatan psikologis akan mendapatkan pendampingan khusus.
“Kalau ada anak yang trauma, misalnya karena bullying, nanti kita libatkan psikiater atau psikolog. Jadi penanganannya benar-benar sesuai kondisi masing-masing anak,” imbuhnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Probolinggo, Siti Romlah, menyebut gerakan ini sebagai bentuk sinergi berbagai pihak untuk memastikan hak pendidikan anak terpenuhi.
“Sebuah gerakan yang InsyaAllah akan mendapat rida dari Allah, yaitu sebuah gerakan sinergi aksi holistik berbasis area terpadu, anak tidak sekolah atau sahabat ATS yang mana ini untuk memastikan bahwa hak-hak dasar setiap anak di Kota Probolinggo benar-benar terpenuhi dengan layak,” katanya.
Melalui keterlibatan aktif masyarakat hingga tingkat bawah, Pemkot Probolinggo menargetkan untuk mencapai nol anak tidak sekolah pada 2026. Selain itu, langkah ini juga diharapkan mampu meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus menekan angka pengangguran di masa mendatang.
Editor : Arif Ardliyanto