Halal Bihalal Pemkot Probolinggo, Dari Silaturahmi ke Efisiensi BBM
PROBOLINGGO, iNewsProbolinggo.id - Pemerintah Kota Probolinggo menggelar halal bihalal di kantor pemkot yang dihadiri jajaran Forkopimda, termasuk Ketua DPRD, Dandim, Kapolres, Kajari, Pengadilan Negeri, Pengadilan Agama, dan BPS.
Kegiatan yang digelar Rabu (25/3/2025) ini, tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga sebagai momentum memperkuat sinergi antar instansi.
Wali Kota Probolinggo Aminuddin mengatakan, di momentum bulan syawal ini juga dapat dijadikan momentum mempererat tali silaturahmi dengan ASN.
"Dengan kolaborasi dan sinergitas yang lebih meningkat dibanding sebelumnya," paparnya.
Dalam kesempatan ini, pemerintah juga menekankan pentingnya efisiensi di berbagai sektor, termasuk penggunaan bahan bakar minyak (BBM). Salah satunya melalui kebijakan work from home (WFH) bagi ASN.
“Saat ini kita tengah melakukan efisiensi, salah satunya dengan WFH. Tujuannya bukan hanya untuk menghemat waktu, tetapi yang lebih utama adalah penghematan bahan bakar,” ucapnya.
Selain itu, Pemkot Probolinggo menyiapkan surat edaran yang mendorong penggunaan kendaraan ramah lingkungan. ASN diimbau untuk menggunakan kendaraan listrik, dan bagi yang jarak rumah ke kantor dekat, disarankan memakai sepeda ontel.
“Kami juga menyiapkan surat edaran yang, insyaAllah, akan segera diedarkan hari ini," katanya.
Isinya, lanjut walikota, mengimbau untuk mengutamakan kendaraan non-bahan bakar, seperti kendaraan listrik. Bagi pegawai yang jaraknya dekat dengan kantor, diharapkan dapat menggunakan sepeda ontel sebagai upaya efisiensi BBM.
Meski langkah penghematan diterapkan, pemerintah memastikan kondisi BBM di Kota Probolinggo masih aman. Bahkan saat lebaran penggunaan berada di kisaran 19 sampai 20 kiloliter per hari, dan itu masih terkendali.
“Secara stok, sampai hari ini tidak ada laporan yang mengkhawatirkan. Stok kita stabil, permintaan juga stabil," jelasnya.
Kemudian, untuk pemberlakukan WFH ke depan masih menunggu keputusan, termasuk melihat kondisi geopolitik yang bisa berdampak pada kenaikan harga bahan bakar.
Terkait rencana sekolah daring, hal tersebut masih dikaji. Mengingat Kota Probolinggo relatif kecil, pembelajaran tatap muka dinilai lebih efektif.
“Kita ini kota kecil, jarak terjauh hanya sekitar 5 kilometer. Masih banyak anak-anak yang bisa menggunakan sepeda atau sepeda listrik, sehingga pembelajaran tatap muka masih lebih efektif. Tapi nanti akan kita evaluasi lagi,” pungkasnya.
Editor : Arif Ardliyanto