get app
inews
Aa Text
Read Next : Sudah Jenuh, Warga Kota Probolinggo Tuntut Pencabutan Izin Homestay Hadi

Ratusan KUMAIL Kota Probolinggo Demo Kantor DPRD, Minta Pemerintah Evaluasi Keterlibatan di BoP

Sabtu, 14 Februari 2026 | 08:38 WIB
header img
Ratusan massa saat menggeruduk kantor DPRD (foto : iNewsProbolinggo.id/ar)

PROBOLINGGO, iNewsProbolinggo.id - Ratusan peserta aksi yang tergabung dalam Komite Umat Islam Anti Amerika-Israel (KUMAIL) menggelar aksi demonstrasi di Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) setempat, pada Jumat (13/2/2026). 

Sambil membawa spanduk serta long march dari Alun-alun ke Kantor DPRD, massa menuntut agar pemerintah Indonesia segera mengevaluasi diri dalam keterlibatannya dalam forum internasional Board of Peace (BoP). 

Koordinator Wilayah KUMAIL Ahmad Ghufron mengatakan, partisipasi Indonesia dalam forum internasional harus tetap berpijak pada prinsip keadilan dan amanat konstitusi. Ia menilai, jika prinsip tersebut tidak terpenuhi, maka pemerintah perlu mempertimbangkan langkah tegas.

“Kalau forum itu tidak memenuhi prinsip keadilan dan kesetaraan, maka lebih baik Indonesia keluar,” katanya di hadapan massa aksi.

Dalam pernyataan tertulis yang dibacakan di lokasi, KUMAIL menyebutkan empat alasan utama keberatan terhadap BoP, yakni belum jelasnya perlindungan terhadap warga sipil.

Kemudian tidak adanya mekanisme pertanggungjawaban atas pelanggaran HAM, struktur keanggotaan yang dinilai tidak setara, serta potensi kepentingan politik tertentu di balik agenda perdamaian.

"Kita tidak boleh terlibat dalam forum yang berpotensi merugikan posisi moral bangsa," tegasnya.

Perwakilan KUMAIL lainnya Arif Abdul Muis menjelaskan, bahwa sikap tersebut bukan bentuk penolakan terhadap perdamaian, melainkan dorongan agar pemerintah berhati-hati dalam mengambil keputusan.

“Kami hanya meminta evaluasi. Kalau memang bisa diperbaiki agar adil untuk semua pihak, silakan dilanjutkan. Tapi kalau tidak bisa, sebaiknya mundur saja,” jelasnya.

Ia juga mendorong agar upaya perdamaian ditempuh melalui lembaga multilateral yang lebih inklusif seperti Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

“Kalau bisa lewat PBB yang lebih memayungi semua negara, tentu itu lebih baik,” tambahnya.

Aksi berlangsung di bawah pengawalan aparat kepolisian. Hujan sempat turun saat orasi berlangsung, namun massa tetap bertahan hingga kegiatan ditutup dengan doa bersama dan kembali ke titik awal aksi.

Editor : Arif Ardliyanto

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut