Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Dalam Tahapan Pengelolaan Pencalonan Pilkada, KPU Kota Probolinggo Raih Terbaik Ketiga se-Jatim
Advertisement . Scroll to see content

Pesan Menyayat Hati Santri Tewas Dianiaya Senior di Kediri: Aku Takut Mah, Tolong Cepet Jemput!

Rabu, 28 Februari 2024 | 10:38 WIB
  • author Sazili Mustofa
Pesan Menyayat Hati Santri Tewas Dianiaya Senior di Kediri: Aku Takut Mah, Tolong Cepet Jemput!
Suyanti, ibu korban menangis saat melihat jenazah anaknya yang meninggal dianiaya senior di pesantren di Kediri. Foto: iNews/Afnan Subagio

JAKARTA, iNewsProbolinggo.id -  Kematian seorang santri Pondok Pesantren PPTQ Al Hanifiyyah, Mojo, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, karena dianiaya seniornya meninggalkan duka yang mendalam.

Sebelum meninggal dianiaya seniornya, Bintang Balqis Maulana (14) santri asal Banyuwangi sempat mengirimkan pesan yang menyayat hati kepada ibunya melalui WhatsAPP (WA).

Suyanti (38) ibu korban bercerita sambil berderai air mata, bahwa anak kandungnya itu minta dijemput pulang dari pesantren melalui WA.

"Minta dijemput. Saya tanya alasannya kenapa tidak disebutkan. Intinya minta dijemput," kata Suyanti. 


Pesan WA santri ke ibunya sebelum meninggal dianiaya senior di pesantren di Kediri. Foto: tangkapan layar

 

 

Dia melanjutkan, pesan ingin pulang itu, dikirim sang anak pada Senin (19/2/2024) lalu. Tak banyak yang diketik anak bungsunya, Bintang hanya minta dijemput.

Suyanti meminta Bintang bersabar hingga bulan Ramadan, namun sang anak tetap meminta untuk segera dijemput.

"Cepatlah. Aku takut, Ma. Ma tolong. Segera jemput aku," demikian pesan yang dikirim Bintang kepada ibunya.

Editor: Sazili MustofaEditor Jakarta

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut