Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Sejak 5 Bulan Terakhir, Distribusi Air Bersih di Kabupaten Probolinggo Hampir Capai 1,5 Juta Liter
Advertisement . Scroll to see content

Terancam Kekeringan Panjang, Desa di Situbondo Mendapat Instalasi Penampungan Air Hujan

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 07:38 WIB
  • author Zainul Rifan
Terancam Kekeringan Panjang, Desa di Situbondo Mendapat Instalasi Penampungan Air Hujan
Instalasi penampungan air hujan akan membantu mengatasi masalah kekeringan (foto : iNewsProbolinggo.id/rifan)

SITUBONDO, iNewsProbolinggo.id - Desa Selobanteng merupakan salah satu desa di Kecamatan Banyuglugur, Kecamatan Situbondo. Namun siapa sangka desa yang berada di perbukitan ini terancam mengalami kekeringan panjang.

Namun berkat kolaborasi dengan perusahaan PT Paiton Energy, PT POMI, Universitas Gadjah Mada (UGM), Pemerintah Desa, dan masyarakat setempat. Akhirnya dapat terealisasi progam pipanisasi hingga instalasi.

Progam instalasi ini dapat menampung air hujan sekitar 672 ribu liter dalam satu musim. Hal ini akan membantu desa mengatasi krisis kekeringan.

Menurut Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Hidup DLH Kabupaten Situbondo Ranti Seta Ayu Pratiwi mengatakan, tampungan air hujan kini telah terpasang di 13 titik.

"Berkat bantuan dari Paiton Energy - POMI dan juga bantuan Kementerian Lingkungan Hidup, warga Desa Selobanteng sudah merasakan perubahan, yakni kemudahan untuk mendapatkan air," ucapnya.

Sementara itu, Head of External Relations PT Paiton Energy Bambang Jiwantoro mengatakan, keterlibatan perusahaan merupakan bagian dari program terpadu Perlindungan Mata Air dan Keanekaragaman Hayati (PERMATA HATI) yang telah berjalan di Selobanteng sejak 2009.

Keterlibatan Paiton Energy - POMI dalam kolaborasi ini terintegrasi dengan program pengembangan masyarakat Perlindungan Mata Air dan Keanekaragaman Hayati (PERMATA HATI). 

"Program ini mendorong pengelolaan lingkungan secara terpadu dengan menghubungkan perlindungan sumber mata air, penguatan tutupan vegetasi, pelestarian keanekaragaman hayati, dan peningkatan akses masyarakat terhadap air,"

Ia menjelaskan, inovasi ini menggunakan intermediate bulk container (IBC) tank bekas perusahaan sebagai wadah penampungan air hujan dengan kapasitas sekitar 4.000 - 6.000 liter per unit. 

Unit TAMPAN berkapasitas 4.000 liter yang diasumsikan terisi penuh satu kali setiap minggu selama musim hujan berpotensi menampung sekitar 96.000 liter. 

"Dengan demikian, Instalasi Pemanenan Air Hujan (IPAH) dan TAMPAN secara keseluruhan berpotensi menampung sekitar 672.000 liter (672 m³) air hujan dalam satu musim," katanya.

Editor: Arif Ardliyanto

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut