Video Satpol PP Probolinggo Keluhkan Demonstrasi, Mahasiswa Soroti Profesionalitas Aparat
PROBOLINGGO, iNewsProbolinggo.id - Video dua anggota Satpol PP Kabupaten Probolinggo berinisial JA dan MU saat mengamankan demonstrasi Aliansi LEGAM di depan Gedung DPRD, Rabu (21/10/2026), menuai kritik dari kalangan mahasiswa dan aktivis pemuda.
Pernyataan keduanya yang mengeluhkan demonstrasi karena menambah pekerjaan dan mengganggu waktu istirahat dinilai perlu mendapat klarifikasi. Mahasiswa menilai penyampaian aspirasi masyarakat harus tetap dihormati sebagai bagian dari kehidupan demokrasi.
Ketua BEM STIH ZAHA Jefri Ali Mahmudi mengatakan, petugas memang membutuhkan waktu istirahat. Namun, ia menegaskan bahwa aparatur negara tetap harus menjalankan tugas secara profesional dan menghormati hak masyarakat menyampaikan pendapat di muka umum.
“Demonstrasi adalah hak konstitusional warga negara, bukan sesuatu yang seharusnya diremehkan oleh aparat,” ujar Jefri.
Ia menegaskan, kritik tersebut bukan bentuk permusuhan terhadap institusi Satpol PP, melainkan pengingat agar pengamanan demonstrasi dilakukan dengan mengedepankan profesionalitas dan penghormatan terhadap aspirasi masyarakat.
Senada disampaikan Ketua Gerakan Pemuda Progresif, Indra mengecam pernyataan yang muncul dalam video tersebut. Menurutnya, sikap petugas perlu menjadi perhatian karena demonstrasi merupakan ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi.
“Dua oknum tersebut tidak menghargai masyarakat yang waktu itu menyampaikan aspirasi di depan kantor DPRD,” katanya.
Hingga berita ini ditulis, redaksi iNewsProbolinggo.id masih akan berupaya meminta klarifikasi dari Kepala Satpol PP Kabupaten Probolinggo terkait video yang menuai kritik tersebut.
Editor: Arif Ardliyanto