Viral Dugaan Penelantaran Pasien, RSUD Waluyo Jati Langsung Disidak Bupati Probolinggo
Terkait tudingan lambatnya penanganan dan persoalan rujukan, Yessy menyatakan tindakan medis telah diberikan sejak pasien pertama kali tiba di rumah sakit.
Menurutnya, Pauzi sempat mendapatkan penanganan awal, termasuk penjahitan luka sementara dan pemasangan penanganan untuk patah tulang.
Untuk proses rujukan, Yessy mengatakan rumah sakit telah berupaya menghubungi enam rumah sakit yang dinilai dapat menangani trauma dada pasien yang membutuhkan dokter spesialis Bedah Toraks Kardiovaskuler (BTKV).
Namun, menurut pihak RSUD, rumah sakit yang dituju dalam kondisi penuh sehingga rujukan belum dapat dilakukan.
"Kami memohon maaf atas ketidaknyamanan yang dirasakan keluarga. Mengenai dokter spesialis yang menangani pasien," ucap Yessy.
Pauzi sebelumnya masuk ke RSUD Waluyo Jati Kraksaan pada Selasa (8/9/2026) malam setelah mengalami kecelakaan lalu lintas.
Di ruang IGD, korban menjalani penanganan awal dan pemeriksaan CT scan. Dari pemeriksaan tersebut disebutkan terdapat gegar otak ringan tanpa pendarahan otak.
Namun, pihak keluarga kemudian mempertanyakan waktu penanganan lanjutan. Mereka menyebut Pauzi harus menunggu lebih dari 30 jam sebelum mendapatkan kepastian tindakan operasi yang melibatkan tiga dokter spesialis.
Pauzi akhirnya menjalani operasi pada Kamis (10/9/2026) malam setelah dipindahkan ke Ruang Cempaka.
Sehari setelah operasi, Jumat (11/9/2026), pasien dipindahkan ke ruang ICU. Namun, kondisi Pauzi terus memburuk hingga akhirnya dinyatakan meninggal dunia pada Sabtu (12/9/2026) malam.
Editor: Arif Ardliyanto