get app
inews
Aa Text
Read Next : Bukan Sekadar Berburu Hadiah, Jalan Sehat HUT RI Jadi Ajang Warga Sumberanyar Berkumpul

Bukan Beras, Justru Ayam Biang Inflasi Kota Probolinggo pada Agustus 2026

Kamis, 03 September 2026 | 06:30 WIB
header img
BPS menjelaskan jika ayam penyumbang inflasi terbesar di Kota Probolinggo (foto : iNewsProbolinggo.id/ar)

PROBOLINGGO, iNewsProbolinggo.id - Daging ayam ras menjadi komoditas yang paling kuat mendorong inflasi Kota Probolinggo pada Agustus 2026. Harganya tercatat melonjak 21,29 persen dalam sebulan dan memberikan andil inflasi sebesar 0,27 persen.

Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Probolinggo mencatat inflasi pada Agustus sebesar 0,44 persen secara bulanan. Sementara secara tahunan, inflasi mencapai 3,10 persen dan inflasi tahun kalender berada di angka 1,64 persen.

Kepala BPS Kota Probolinggo Joko Santoso mengatakan kenaikan harga ayam tidak lepas dari meningkatnya permintaan setelah SPPG kembali beroperasi usai masa liburan sekolah.

“Daging ayam ras ini juga mengalami peningkatan, di mana ini dipengaruhi oleh permintaan yang cukup tinggi karena dengan beroperasinya SPPG setelah momen libur sekolah berhenti, akhirnya SPPG mulai beroperasi kembali,” katanya, Selasa (2/9/2026).

Permintaan tersebut semakin tinggi karena bertepatan dengan momentum Maulid Nabi. Kondisi itu membuat harga ayam bergerak cukup tajam dibandingkan sejumlah komoditas lain.

Kenaikan harga juga terjadi pada beras. Menurut BPS, kondisi tersebut dipengaruhi persaingan di pasar dalam mendapatkan gabah yang kemudian berdampak pada harga beras.

Selain pangan, emas perhiasan juga mengalami kenaikan. Pergerakannya mengikuti harga emas dunia yang kembali meningkat pada Agustus setelah sebelumnya sempat mengalami penurunan.

Namun, tekanan harga tidak terjadi pada seluruh komoditas. Bawang putih justru mengalami penurunan paling dalam, yakni 26,42 persen, dengan andil deflasi sebesar 0,06 persen.

“Bawang putih secara nasional mengalami penurunan sekitar 9,1 persen secara bulanan yang disebabkan karena realisasi impor bawang putih selama semester I 2026 ini sudah mencapai 229,76 ribu ton,” ujarnya.

Komoditas lain yang ikut menahan inflasi adalah bawang merah, tomat, dan bensin.

Jika dilihat secara tahunan, kelompok makanan, minuman, dan tembakau tetap menjadi penyumbang terbesar inflasi. Kelompok tersebut mengalami inflasi 4,29 persen dengan andil 1,29 persen.

Daging ayam ras kembali masuk dalam daftar komoditas utama yang mendorong inflasi tahunan. Selain ayam, tekanan juga datang dari sigaret kretek mesin dan beras.

Sementara itu, emas perhiasan menjadi komoditas dengan andil terbesar terhadap inflasi tahunan. Harganya naik 33,65 persen dengan andil sebesar 1,07 persen.

Di sisi lain, bawang merah menjadi komoditas yang paling besar menahan inflasi tahunan. Harganya turun 34,14 persen dengan andil deflasi sebesar 0,11 persen.

Pergerakan harga tersebut menunjukkan bahwa kondisi pasar dan perubahan permintaan masih menjadi faktor penting dalam membentuk inflasi di Kota Probolinggo. Terutama pada komoditas pangan yang harganya relatif cepat berubah mengikuti pasokan dan kebutuhan masyarakat.

Editor : Arif Ardliyanto

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut