Di Tengah Perubahan Zaman, Tradisi Tumpengan di Probolinggo Tetap Menyatukan Warga
PROBOLINGGO, iNewsProbolinggo.id - Ada suasana berbeda di Dusun Krajan, Desa Sambirampak Kidul, Kecamatan Kotaanyar, Kabupaten Probolinggo, saat malam Tahun Baru Islam tiba. Ratusan warga memenuhi jalan desa, membawa tumpeng dan berkumpul dalam satu harapan yang sama, memanjatkan doa untuk keselamatan dan keberkahan desa.
Sejak usai salat Magrib, lantunan doa dan zikir terdengar bergema di sepanjang lokasi kegiatan. Anak-anak, orang tua, pemerintah desa, hingga tokoh masyarakat serta camat kotaanyar duduk berdampingan mengikuti rangkaian acara yang telah menjadi kegiatan rutin tiap tahun.
Puluhan tumpeng yang disusun berjajar di depan warga menjadi simbol rasa syukur atas rezeki yang telah diterima sekaligus harapan agar kehidupan masyarakat di tahun yang baru semakin baik.
Bagi warga Sambirampak Kidul, tradisi tersebut bukan sekadar seremoni menyambut pergantian tahun dalam kalender Hijriah. Momen itu juga menjadi ajang mempererat silaturahmi dan menjaga kebersamaan antarwarga yang telah terbangun selama bertahun-tahun.
Kepala Desa Sambirampak Kidul, Junaidi Abdillah mengatakan, kegiatan tersebut rutin dilaksanakan setiap tahun dan selalu mendapat dukungan penuh dari masyarakat.
"Kegiatan yang dihadiri ratusan masyarakat ini selain untuk memperingati Tahun Baru Islam, juga menjadi bagian dari selamatan desa atau Kadisah yang terus kami lestarikan," ujarnya.
Editor: Arif Ardliyanto