Di Tengah Perubahan Zaman, Tradisi Tumpengan di Probolinggo Tetap Menyatukan Warga
Menurutnya, terselenggaranya kegiatan tersebut tidak lepas dari kekompakan seluruh elemen masyarakat yang bergotong royong mempersiapkan acara, mulai dari penyediaan tumpeng hingga pelaksanaan doa bersama.
"ini merupakan salah satu komitmen saya saat mencalonkan diri sebagai kepala desa dan Alhamdulillah sampai sekarang selamatan desa ini terus rutin diselenggarakan," tutupnya.
sementara itu, salah satu tokoh masyarakat desa sambirampak kidul Abdul Aziz memberikan dukungan untuk terus terselenggaranya kegiatan kadisah yang dilaksanakan oleh pemerintah desa tersebut.
"Alhamdulillah kami sebagai tokoh masyarakat memberikan dukungan kepada kepala desa untuk terus mengadakan selamatan desa tiap tahunnya, karna kegiatan tersebut sangatlah positif," pungkasnya.
Suasana hangat terlihat saat warga saling berbincang dan menikmati kebersamaan setelah rangkaian doa selesai. Tradisi yang sederhana itu menjadi pengingat bahwa nilai gotong royong dan kepedulian sosial masih tumbuh kuat di tengah kehidupan masyarakat desa.
Bagi warga Sambirampak Kidul, menyambut Tahun Baru Islam bukan hanya tentang pergantian waktu, tetapi juga menjadi momen untuk bersyukur, mempererat persaudaraan, serta mendoakan agar desa dan seluruh masyarakatnya senantiasa diberikan keselamatan, kedamaian, dan keberkahan.
Editor: Arif Ardliyanto