Alami Kecelakaan Fatal di Tol Paspro, Anggota DPR Fraksi PKB Gus Hilman Lewati Masa Kritis
JAKARTA, iNewsProbolinggo.id – Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Muhammad Hilman Mufida atau yang akrab disapa Gus Hilman, dilaporkan telah melewati masa kritisnya usai mengalami kecelakan.
Kabar baik ini datang setelah sang legislator mengalami kecelakaan lalu lintas di Tol Pasuruan-Probolinggo (Tol Paspro) pada Sabtu (23/5/2026) kemarin.
Kabar mengenai perkembangan kondisi kesehatan putra Ketua Fraksi PKB DPR RI tersebut dikonfirmasi langsung oleh rekan sejawatnya di parlemen.
"Alhamdulillah, (Gus Hilman) sudah melewati masa kritis. Kita doakan bersama ya," ujar Anggota DPR RI Fraksi PKB, Lalu Hardian Irfani, saat memberikan keterangan kepada awak media, Minggu (24/5/2026).
Anggota DPR Fraksi PKB, Muhammad Hilman Mufida atau Gus Hilman. Foto: IstLalu Hardian yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi X DPR RI ini memastikan bahwa kondisi Gus Hilman saat ini berangsur membaik. Ia pun mengetuk hati masyarakat dan rekan sejawat untuk ikut menyelipkan doa demi kesembuhan Gus Hilman.
"Mohon doanya ya supaya Mas Hilman segera pulih dan sehat, sehingga bisa segera aktif kembali bertugas melaksanakan amanah rakyat," tuturnya.
Kecelakaan maut lalu lintas di Tol Paspro tersebut dilaporkan melibatkan satu unit mobil Toyota Innova yang ditumpangi Gus Hilman dan sebuah kendaraan dump truck.
Di dalam mobil Toyota Innova tersebut diketahui berisi empat orang penumpang, dengan rincian sebagai berikut:
Muhammad Hilman Mufida (Gus Hilman): Selamat, sedang menjalani perawatan intensif.
Mahrus Ali (Pengemudi/Sopir): Selamat, sedang menjalani perawatan intensif.
Alex Anwaruh (Staf): Meninggal dunia di lokasi kejadian.
Adinda Najwa (Staf): Meninggal dunia di lokasi kejadian.
Dua staf Gus Hilman yang berada di dalam mobil mengembuskan napas terakhirnya di TKP akibat benturan keras. Sementara itu, Gus Hilman beserta sang sopir berhasil selamat dari insiden maut tersebut, namun hingga kini masih harus mendapatkan perawatan medis secara intensif di rumah sakit akibat luka-luka yang diderita.
Editor: Vitrianda Hilba Siregar