get app
inews
Aa Text
Read Next : Libur Lebaran 2026, Patroli Wisata di Probolinggo Mulai Diperketat

Tumpahan Oli di Wiraborang Probolinggo, Penanganan Kolaboratif Dilakukan

Senin, 20 April 2026 | 18:49 WIB
header img
Proses pembersihan (foto : iNewsProbolinggo.id/ar)

PROBOLINGGO, iNewsProbolinggo.id - Penanganan tumpahan cairan diduga oli di saluran irigasi wilayah Wiraborang Kota Probolinggo, masih terus dilakukan hingga delapan hari pasca kejadian. 

Peristiwa yang sempat viral di media sosial itu memperlihatkan kondisi air irigasi berubah warna dan diduga tercemar limbah minyak dari aktivitas industri.

Hasil penelusuran di lapangan menunjukkan sumber pencemaran berasal dari aktivitas transfer oli di perusahaan PT. Berdikari Jaya Bersama (BJB) yang mengalami kebocoran pada Sabtu, 11 April 2026.

Insiden tersebut membuat cairan meluber dan masuk ke aliran irigasi di sekitar lokasi.

Pihak perusahaan menyatakan penanganan segera dilakukan sejak awal kejadian. Langkah cepat diambil dengan mengerahkan armada untuk menangani tumpahan yang terjadi.

“Dari hari Sabtu itu sudah langsung kami tangani,” ujar Manager PT. BJB Darwin, saat dikonfirmasi pada Minggu, 19 April 2026.

Penanganan dilakukan secara berkelanjutan dengan sistem kerja bergilir selama 24 jam. Di lapangan, perusahaan juga melakukan penguatan koordinasi dengan sejumlah unsur terkait di wilayah setempat.

“Empat truk langsung kami kerahkan saat kejadian, semuanya dari internal perusahaan. Kami juga berkoordinasi dengan DLH, kelurahan, RT/RW, serta Babinsa dan Bhabinkamtibmas,” tambahnya.

Upaya pengendalian juga dilakukan dengan pemasangan pembatas aliran di beberapa titik untuk menahan penyebaran cairan di saluran irigasi.

“Ditutup pakai glans, total empat unit untuk menahan air yang meluber,” jelasnya.

Selain itu, perusahaan menyebut kondisi geografis di sekitar lokasi turut membantu meminimalkan dampak ke lahan pertanian. Posisi sawah yang lebih tinggi membuat aliran tercemar tidak masuk ke area persawahan.

“Air dari sawah justru mengalir ke saluran, bukan sebaliknya,” kata Darwin.

Hingga hari kedelapan, penanganan dilaporkan telah mencapai sekitar 90 persen dan ditargetkan segera rampung.

Sementara itu, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Probolinggo turut melakukan langkah penanganan di lokasi. Sejumlah tindakan dilakukan mulai dari pengendalian aliran air, pembersihan permukaan irigasi, hingga pengangkutan sisa minyak yang masih tersisa.

DLH juga menambahkan material penyerap di beberapa titik serta menggunakan bahan kimia khusus untuk membantu proses penguraian minyak di air.

Di sisi lain, perangkat penghalang aliran juga dipasang untuk mencegah penyebaran lebih luas di sepanjang saluran irigasi.

“Fungsinya untuk menahan agar sebaran tidak meluas di permukaan air,” kata Kepala DLH.

Sebagai bagian dari pemulihan lingkungan, vegetasi air juga ditambahkan di area terdampak guna membantu proses pemulihan kualitas air secara alami.

Dari pantauan di lokasi, kondisi saluran irigasi saat ini mulai menunjukkan perbaikan. Sejumlah biota air seperti ikan masih terlihat bertahan di beberapa titik aliran.

Editor : Arif Ardliyanto

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut