Dari Pesisir Paiton, Aksi Pungut Sampah Jadi Cara Warga Belajar Peduli Lingkungan
PROBOLINGGO, iNewsProbolinggo.id - Pagi di kawasan pesisir Paiton tak hanya diisi debur ombak. Sejumlah warga, mulai dari ibu-ibu hingga relawan, tampak menyusuri bibir pantai sambil membawa kantong sampah. Mereka memunguti plastik, botol, hingga limbah yang terbawa arus laut.
Bagi sebagian orang, kegiatan itu mungkin terlihat sederhana. Namun bagi warga yang terlibat, aksi tersebut menjadi cara nyata untuk belajar menjaga lingkungan dari hal-hal kecil.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari pengabdian masyarakat terpadu yang tidak hanya berfokus pada aksi bersih pantai. Dalam rangkaian kegiatannya, panitia juga menyediakan layanan pemeriksaan kesehatan gratis bagi sekitar 200 lansia, serta program penukaran sampah plastik dan botol yang dapat didaur ulang dengan bahan kebutuhan pokok seperti beras dan gula.
Masyarakat pun tampak antusias mengikuti kegiatan tersebut. Selain memungut sampah di pantai, sebagian warga juga membawa sampah dari rumah untuk ditukarkan dengan sembako yang telah disediakan.
Kegiatan yang digelar di kawasan Pantai Karanganom Desa Karanganyar, kecamatan Paiton kabupaten Probolinggo. Dihadiri Wakil Ketua TP PKK Kabupaten Probolinggo, Ning Umi Hani’ah Fahmi AHZ, yang dikenal sebagai penggerak Jejaring Jaga Alam (Jenggala). Aksi tersebut melibatkan berbagai pihak, mulai dari komunitas lokal, tenaga kesehatan, hingga kelompok masyarakat setempat.
Di sela kegiatan, Ning Umi menegaskan bahwa persoalan sampah, khususnya di wilayah pesisir, tidak bisa hanya mengandalkan petugas kebersihan. Perubahan, menurutnya, harus dimulai dari kebiasaan masyarakat itu sendiri.
“Kami ingin mengenalkan bahwa menjaga lingkungan bisa dimulai dari hal kecil, seperti tidak membuang sampah sembarangan dan mulai memilah sampah dari rumah,” ujarnya Pada Sabtu 18/04/2026 pagi.
Ia juga menyoroti masih minimnya fasilitas tempat pembuangan sampah (TPS) di kawasan pesisir yang kerap menyebabkan penumpukan sampah dan mengganggu lingkungan.
Kondisi tersebut menjadi alasan dilakukannya edukasi langsung di lapangan. Melalui kegiatan ini, masyarakat tidak hanya melihat persoalan, tetapi juga ikut terlibat dalam upaya penanganannya.
Sepanjang garis pantai, para peserta terlihat saling bekerja sama. Ada yang mengumpulkan sampah plastik, ada pula yang memilah jenis sampah yang masih bisa didaur ulang. Bahkan, sejumlah anak-anak ikut ambil bagian, meniru aktivitas orang dewasa di sekitarnya.
Kegiatan ini turut melibatkan klinik di lingkungan Pondok Pesantren Nurul Jadid, perusahaan di kawasan Paiton, Puskesmas Paiton, serta ibu-ibu PKK Desa Karanganyar.
Melalui aksi tersebut, para penggagas berharap kebiasaan menjaga kebersihan tidak hanya dilakukan di ruang publik, tetapi juga menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari di rumah.
“Kalau sudah terbiasa di tempat umum, harapannya bisa diterapkan di rumah. Karena dampaknya akan kembali ke masyarakat sendiri,” kata Ning Umi.
Di tengah terik matahari dan aroma sampah yang sesekali menyengat, para peserta tetap bersemangat. Langkah-langkah kecil yang dilakukan bersama itu perlahan mengubah cara pandang bahwa menjaga lingkungan bukan hanya tugas segelintir orang, melainkan tanggung jawab bersama.
Editor : Arif Ardliyanto