Perubahan Perlahan di Desa Seboro: RTLH Tuntas, Drainase Menyusul
PROBOLINGGO,iNewsProbolinggo.id - Di sebuah sudut Desa Seboro, Kecamatan Krejengan, perubahan kecil mulai terasa. Beberapa rumah yang sebelumnya tampak rapuh kini berdiri lebih layak huni setelah diperbaiki melalui program rumah tidak layak huni (RTLH).
Bagi warga penerima, bantuan tersebut bukan sekadar pembangunan fisik, tetapi juga menghadirkan rasa aman yang selama ini belum sepenuhnya dirasakan.
Program itu menjadi bagian dari realisasi anggaran desa tahun 2025 yang telah dilaksanakan oleh pemerintah desa. Selain pembangunan RTLH, sejumlah infrastruktur lain juga mulai dikerjakan untuk menunjang kebutuhan masyarakat.
Pelaksanaan program tersebut juga telah melalui monitoring dan evaluasi (monev) dari tim Kecamatan Krejengan guna memastikan penggunaan anggaran berjalan sesuai rencana.
Meski demikian, perhatian pemerintah desa tidak berhenti di situ. Masih ada persoalan lain yang dirasakan warga, terutama saat musim hujan tiba.
Di Dusun Kembang, genangan air kerap muncul dan mengganggu aktivitas warga. Jalanan yang seharusnya bisa dilalui dengan mudah berubah menjadi licin dan tergenang.
Kepala Desa Seboro, Mosta’in, mengatakan persoalan tersebut akan menjadi prioritas pembangunan pada tahun 2026.
“Kami akan memprioritaskan pembangunan saluran drainase di Dusun Kembang, karena di titik itu sering terjadi banjir,” ujarnya.
Di tengah berbagai keterbatasan, pembangunan di desa berjalan perlahan. Tidak selalu besar, tidak selalu cepat, tetapi cukup untuk memberi harapan—bahwa perubahan, sekecil apa pun, tetap berarti bagi kehidupan sehari-hari warga.
“Harapan kami, ke depan Desa Seboro bisa semakin makmur dan sejahtera,” kata Mosta’in.
Editor : Arif Ardliyanto