Terbakar Karena Kebocoran Gas LPG, Usaha Catering di Probolinggo Merugi
PROBOLINGGO, iNewsProbolinggo.id - Usaha catering milik Asmaningsih (59) warga Kelurahan/Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo dilaporkan merugi setelah sebelumnya dapur rumah terbakar.
Diketahui, kebakaran yang terjadi pada Rabu (18/2/2026) malam itu, diduga disebabkan karena kebocoran gas LPG.
Pemilik usaha Asmaningsih mengatakan, sebelum kejadian dirinya tengah memproduksi bumbu pesanan pelanggan. Ia mengganti tabung LPG yang habis dan sempat memastikan tidak ada bau maupun suara kebocoran.
“Biasanya kalau ganti LPG saya cek dulu. Saya cium baunya dan saya dengarkan apakah ada suara mendesis. Sempat saya nyalakan, lalu saya matikan lagi dan istirahat sebentar karena capek,” ujarnya.
Sekitar seperempat jam kemudian, ia mendengar suara dari arah dapur. Saat dicek, api sudah membesar di bagian kompor meski dalam kondisi mati. Asmaningsih kemudian berupaya memadamkan api dengan peralatan seadanya.
Ia menyiram keset dan handuk dengan air lalu menutupkannya ke sumber api, sementara anaknya menyemprotkan air menggunakan sanyo untuk menurunkan suhu agar tidak semakin membesar.
Ia juga sempat mencoba melepas regulator tabung gas namun saat hendak dilepas api justru menyambar sehingga ia terpaksa melompat menghindar.
“Tidak ada ledakan. Tapi semua yang ada di dapur terdampak. Saya belum tahu besok bisa jualan atau tidak,” ucapnya.
Akibatnya Sejumlah peralatan usaha dilaporkan rusak, mulai dari oven listrik, kulkas, mesin cuci, dandang berkapasitas besar hingga peralatan makan. Bumbu masakan yang telah diproduksi juga tidak dapat dijual.
"Saya juga punya usaha catering, namun dapur masih berantakan dan banyak peralatan yang rusak," paparnya.
Sementara itu, Humas Damkar Kota Probolinggo menjelaskan, setelah mendapat laporan sekitar pukul 20.35 WIB, pihaknya segera menuju lokasi dengan dua unit mobil pemadam.
Tidak menunggu waktu lama, personel yang bertugas berhasil memadamkan dan melakukan pendinginan terhadap lokasi kebakaran.
“Yang jelas sumber apinya dari kebocoran gas LPG. Saat kejadian kompor sudah dalam kondisi mati. Di lokasi terdapat empat tabung LPG. Tidak ada ledakan dan tidak ada korban,” jelasnya.
Editor : Arif Ardliyanto