Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Bonceng Tiga, Satu Pelajar SMP Tewas Usai Diseruduk Truck Muatan Tebu
Advertisement . Scroll to see content

Kisah Karomah Habib Hasan Baharun, Pendiri Ponpes Dalwa Mancing Uang di Pasar Bangil Pasuruan

Senin, 05 Agustus 2024 | 09:03 WIB
  • author Sazili Mustofa
Kisah Karomah Habib Hasan Baharun, Pendiri Ponpes Dalwa Mancing Uang di Pasar Bangil Pasuruan
Habib Hasan Baharun (paling kanan) berbincang dengan Habib Umar bin Hafidz (tengah) saat masih muda di Ponpes Dalwa Bangil, Pasuruan, Jawa Timur. Foto: Istimewa

JAKARTA, iNewsProbolinggo.id - Alhabib Hasan Baharun adalah pendiri Pondok Pesantren Dalwa (Darullughah Wadda'wah) di Bangil, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur. 

Habib Hasan merupakan kakak kandung Alhabib Qasim Baharun, keduanya adalah putra Sayyidil Walid Alhabib Ahmad Baharun, ulama kharismatik asal Sumenep, Madura.

Dilansir dari laziznukotapasuruan.or.id, suatu hari di tengah keheningan malam, Habib Segaf Baharun (saat ini Rektor Universitas Islam Internasional Dalwa) dibangunkan oleh ayahanda beliau, AlHabib Hasan Baharun.

“Segaf, ikut Abi (ayah), kita jalan-jalan,” ujar Habib Hasan Baharun.

“Pertengahan malam ini kita jalan-jalan?, Ngapain?,” tanya Habib Segaf  kepada ayahandanya.

“Kita jalan-jalan, mancing. Ayo ikut aja Abi,” jawab Habib Hasan Baharun.

“Mancing?, mancing apa tengah malam?,” tanya Habib Segaf lagi.

“Kita mancing uang,” tukas Habib Hasan Baharun.

Habib Segaf Baharun bangkit dari ranjang mentaati beliau, namun mimik wajah heran tentunya masih berbekas jelas. 

Lalu, Habib Hasan Baharun dan sang anak Habib Segaf keluar dari rumah. Habib Segaf menemani ayahanda beliau jalan-jalan di keheningan malam yang gelap, menuju pasar bangil-Jawa timur.

Di Pasar Bangil nampak jelas sejauh mata memandang di samping beberapa bangunan, fakir miskin tertidur, tukang becak yang letih bekerja malam hingga tertidur lelap, tangan terlipat dijadikan sebagai bantalan kepalanya yang sudah lunglai, terlelap pulas dalam posisi duduk.

Mereka para tukang becak sudah terbiasa tidur demikian saat kantuk lebih dahulu,  ketika penantian penumpang tak juga datang. Beberapa pemulung dengan beberapa kantong berisi beragam plastik, besi hasil seharian mengais rezeki dengan setia menemani mereka.

Editor: Sazili MustofaEditor Jakarta

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut