Begini Cerita Wakil Bupati Probolinggo, Saat Terjebak Gempa Cianjur di Gedung BNPB Jakarta

Zainul Rifan
.
Selasa, 22 November 2022 | 20:02 WIB
Wakil Bupati Probolinggo Timbuk Prihanjoko saat Melihat Kondisi Indonesia di BNPB (foto : instagram humas pemkab probolinggo)

PROBOLINGGO, iNewsProbolinggo.id - Wakil Bupati Probolinggo, Timbul Prihanjoko ikut merasakan gempa Cianjur yang menyebabkan puluhan orang meninggal dunia. Itu karena, pada Senin (21/11/2022) siang, Wabup Timbul sedang melaksanakan pertemuan bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).  

Wabup Timbul menceritakan, kalau Gempa dengan Magnitudo 5,2 SR itu goncangannya juga terasa di Gedung BNPB di Jakarta Timur. Dimana saat itu, Timbul bersama pihak BNPB sedang membahas tentang penanggulangan bencana yang ada di Kabupaten Probolinggo.

Seperti halnya, bencana banjir dan longsor yang akhir-akhir ini terjadi di wilayah setempat. Pada kesempatan itu pula, wakil bupati asal Kecamatan Maron juga mengusulkan bagaimana Probolinggo juga mempunyai Eatly Warning System (EWS) atau pendeteksi dini bencana.

"Ini merupakan bentuk upaya dari kami Pemkab Probolinggo, agar bencana yang ada di Kabupaten Probolinggo bisa segera teratasi," terang politisi PDI-P itu.

Kemudian saat pembahasan mengenai kondisi Indonesia saat ini, Timbul dipertontonkan tentang gunung merapi pasca erupsi. Pada saat itulah, Timbul melihat di layar gumpalan awan yang bergerak. Tak lama setelah itu, tiba-tiba kursi mulai goyang.

Saat itu, belum ada yang menyadari bahwa yang menggerakan itu adalah gempa. Namun setelah guncangannya semakin kuat, maka Timbul dan orang-orang yang ada di dalamnya menyadari kalau guncangan itu adalah gempa.

"Kita saat itu berada di lantai 11 , kemudian turun melewati tangga darurat. Kita keluar dari gedung dan ternyata sudah banyak yang keluar," kenangnya mengingat peristiwa itu.

Timbul menjelaskan, kalau saat turun tangga dirinya mulai panik dan berkeinginan turun dengan cepat. Namun rombongan yang bersamanya dari lantai 11, turun dengan pelan-pelan dan penuh hati-hati. Ternyata hal itu diberlakukan agar mengontrol diri, untuk tidak panik meski dalam keadaan terdesak atau darurat.

Usaha itu terbukti berhasil, semuanya turun dengan selamat tanpa ada kendala apapun. 

"Karena celaka itu ada dua. Bisa karena bencana itu sendiri atau karena memang panik, sehingga tergesa-gesa yang membuat dirinya celaka," jelasnya.

Dengan mengucap syukur, wakil bupati dua periode itu mengaku, kalau karena saking paniknya turun tangga pun tidak merasa capek ataupun sakit pada bagian tubuhnya. Namun setiba di bandara untuk terbang pulang, ia merasa sakit di area paha dan kaki, karena turun tangga dari lantai 11 ke dasar.

"Dah capeknya dibagian paha ini masih terasa sampai sekarang. Ya Alhamdulilah masih diberikan keselamatan," ucapnya.

Ia menambahkan, kalau semua yang dilakukan merupakan upaya menjemput bola untuk menjadikan Probolinggo lebih baik. Dengan harapan pemerintah pusat dapat membantu Probolinggo, untuk memperbaiki semua infrastruktur yang rusak karena bencana alam.

Editor : Ahmad Hilmiddin
Bagikan Artikel Ini