Dua Kali Banjir Selama Setahun, Warga Kelurahan Patokan Kraksaan Probolinggo Wadul DPRD

Zainul Rifan
Meski padam, dialog antar warga, DPRD, dan OPD terkait tetap berlangsung (foto : zainul rifan/iNewsProbolinggo.id)

PROBOLINGGO, iNewsProbolinggo.id - Sejumlah warga Kelurahan Patokan, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo mendatangi kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Probolinggo. Kedatangan mereka, guna mengadukan adanya banjir yang terjadi dua kali selama 2022 ini. 

Dialog antara DPRD, warga dan Organisasi Perangkat Daerah Terkait (OPD), serta camat juga pihak kelurahan tersebut, digelar di ruang Badan Anggaran dan Badan Musyawarah (Banggar Banmus) DPRD setempat, pada Selasa (29/11/2022), sekitar pukul 14.30 WIB.

Ditengah mati listrik, dialog dalam gelap tetap dilakukan guna menemukan solusi terhadap banjir yang menjadi teror musim hujan, bagi warga Dusun Tugu, Rw 5 dan 6, Kelurahan Patokan.

Salah seorang warga setempat, Ahmad Mukhofi mengatakan, kalau banjir disebabkan adanya pengambilan tangkis sungai, oleh oknum yang tidak bertanggung jawab. Pengambilan tangkis itu, membuat tanahnya turun ke sungai dan membuatnya dangkal.

Alhasil, ketika memasuki musim penghujan, sungai tidak mampu menampung intensitas air yang cukup tinggi. Sehingga air meluap ke pemukiman warga.

"Selama ini sudah terjadi dua kali, pada Maret dan November 2022. Kalau tahun-tahun sebelumnya tidak pernah terjadi banjir," paparnya.

Saat ditanya siapakah oknum yang mengambil tangkis air di sungai tersebut, Ahmad mengaku, tidak mengetahuinya. Namun sesuai pengamatan dirinya dan masyarakat sekitar, bahwa tangkis tersebut telah diambil.

"Harapannya baik opd dan camat lurah bisa bekerjasama dengan warga bisa mencari solusi," terangnya.

Sementara Ketua Komisi III DPRD, Kabupaten Probolinggo Syamsul Arifin Fathoni mengatakan, kalau sebagai anggota DPRD pihaknya sudah menampung apa yang menjadi aspirasi atau keluhan masyarakat Kelurahan Patokan.

Hanya saja, sungai penyebab banjir yang dimaksud warga tersebut merupakan sungai dibawah wewenang Provinsi Jawa Timur. Karena itu, pihaknya berkoordinasi dengan BPBD, PUPR, Camat dan Lurah untuk bisa memberikan solusi.

"Karena jika tidak ini, banjir ini bisa terus menerus terjadi pada masyarakat Kelurahan Patokan," katanya.

Ia menjelaskan, kalau pada awal 2022 lalu pihaknya sudah bersurat kepada Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi untuk segera ditangani. Dalam surat itu juga disebutkan, bahwa sungai yang mengalami pendangkalan, dimulai dari Desa Kalibuntu hingga Kelurahan Patokan.

"Jadi kami mendesak agar pemprov segera menindaklanjuti terkait aduan kami tersebut," ujarnya.

Sementara Kepala Dinas PUPR, Kabupaten Probolinggo Hengki Cahyo Saputra menerangkan, kalau saat ini pihaknya hanya bisa menyiapkan karung penahan banjir (sandbag), untuk bisa dipasang. Namun hal itu menunggu kekompakan warga, untuk bersama-sama memasang sandbag tersebut.

"Jadi masih perlu dikoordinasikan, jika warga sanggup dan siap kompak untuk pemasangannya. Maka bisa segera dipasang," ucapnya.

Editor : Ahmad Hilmiddin

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network