Beberapa Faktor Risiko Jika Motor Terkena Banjir

Doni Irawan
beberapa resiko jika motor terkena banjir (foto : iNews.id)

PROBOLINGGO, iNewsProbolinggo.id - Curah hujan tinggi yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir menyebabkan banjir melanda sejumlah wilayah di Indonesia. Kondisi ini berdampak pada berbagai aspek kehidupan masyarakat, termasuk kendaraan bermotor. Sepeda motor yang terendam atau terkena banjir tidak boleh dianggap sepele karena berpotensi menimbulkan kerusakan serius.

Air banjir dapat menyebabkan kerusakan ringan hingga berat, terutama jika penanganan dilakukan secara tidak tepat. Berikut sejumlah faktor risiko yang perlu diketahui pemilik kendaraan jika motor terkena banjir.

Salah satu risiko paling berbahaya adalah masuknya air ke ruang mesin melalui saluran udara. Jika mesin dipaksa menyala dalam kondisi tersebut, dapat terjadi water hammer yang berpotensi merusak piston, stang seher, hingga blok mesin.

Selain itu, sistem kelistrikan juga sangat rentan terdampak. Air banjir dapat merusak komponen seperti ECU, CDI, koil, soket, dan kabel. Dampaknya, motor bisa sulit dihidupkan, brebet, bahkan mati total. Air kotor juga berisiko menimbulkan korsleting dan karat pada sambungan listrik.

Risiko lainnya adalah tercampurnya oli dengan air. Jika air masuk ke dalam mesin, oli akan berubah warna menjadi kecokelatan seperti susu dan kehilangan fungsi pelumasan. Kondisi ini dapat mempercepat keausan komponen mesin.

Sistem bahan bakar juga berpotensi terganggu. Air banjir dapat masuk ke dalam tangki, terutama jika motor terendam dalam waktu lama. Akibatnya, proses pembakaran menjadi tidak sempurna dan mesin sulit dinyalakan. Pada motor injeksi, kondisi ini bahkan dapat merusak fuel pump dan injector.

Air banjir yang umumnya bercampur lumpur dan zat kimia juga dapat mempercepat korosi pada komponen logam. Rantai, gir, cakram, baut, hingga rangka motor berisiko berkarat apabila tidak segera dibersihkan dan dikeringkan.

Tak kalah penting, sistem pengereman juga dapat terdampak. Kampas rem yang terendam banjir bisa menjadi licin atau terkontaminasi lumpur sehingga daya cengkeram berkurang dan membahayakan keselamatan pengendara.

Secara jangka panjang, motor yang pernah terendam banjir berpotensi mengalami penurunan performa dan umur pakai jika tidak ditangani secara menyeluruh. Kerusakan tersembunyi kerap baru dirasakan beberapa waktu setelah motor kembali digunakan.

Sebagai langkah awal, pemilik motor disarankan tidak langsung menyalakan mesin setelah motor terendam banjir. Beberapa langkah penanganan awal yang dapat dilakukan antara lain melepas busi dan mengecek ruang bakar, mengganti oli mesin dan oli gardan, membersihkan serta mengeringkan sistem kelistrikan, serta segera membawa motor ke bengkel terpercaya.

Dengan penanganan yang cepat dan tepat, risiko kerusakan akibat banjir dapat diminimalkan. Pemahaman terhadap potensi bahaya ini diharapkan dapat membantu masyarakat menjaga keamanan dan keawetan kendaraan di tengah kondisi cuaca ekstrem.

Editor : Arif Ardliyanto

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network