get app
inews
Aa Text
Read Next : 2 Rumah di Probolinggo Terbakar Saat Mati Lampu, Penyebabnya Masih Diselidiki

Dari Bromo ke Arjuno, BNPB Petakan Ancaman Karhutla di Tengah El Nino

Rabu, 12 Agustus 2026 | 07:18 WIB
header img
BNPB petakan rawan karhutla (foto : iNewsProbolinggo.id/ar)

PROBOLINGGO, iNewsProbolinggo.id - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Bromo menjadi perhatian pemerintah untuk memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi kebakaran di wilayah lain. Pasalnya, kondisi kemarau diperkirakan masih berlangsung dalam beberapa waktu ke depan.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto mengatakan berdasarkan prediksi BMKG, fenomena El Niño diperkirakan cukup kuat pada pertengahan Agustus hingga Oktober. Kondisi tersebut berpotensi membuat kemarau lebih ekstrem.

“Berdasarkan prediksi BMKG, periode pertengahan Agustus hingga Oktober akan dipengaruhi fenomena El Niño yang cukup kuat, dengan kondisi musim kemarau diperkirakan menyerupai kemarau ekstrem yang terjadi pada tahun 2015,” kata Suharyanto, Senin (10/8/2026).

Karena itu, BNPB meminta daerah meningkatkan kesiapsiagaan, terutama di wilayah yang memiliki riwayat kebakaran. Salah satu yang menjadi perhatian adalah kawasan Gunung Arjuno.

“Berkaca pada kejadian tahun 2023, selain kawasan Gunung Bromo, Gunung Arjuno juga merupakan wilayah yang memiliki tingkat kerawanan tinggi terhadap kebakaran hutan dan lahan,” ujarnya.

Kesiapan juga perlu diperkuat dengan memastikan sumber air dan peralatan pemadaman tersedia di lokasi rawan. BNPB mendorong pemanfaatan flexible tank, tangki air, pompa kecil, serta logistik yang sudah tersedia agar tidak hanya tersimpan di gudang.

Selain kawasan hutan, BNPB mengingatkan potensi kebakaran di tempat pemrosesan akhir (TPA) sampah. Suharyanto menyebut kebakaran TPA pernah terjadi di Mojokerto pada 2023, sementara di Kalimantan Tengah terdapat 18 TPA yang mengalami kebakaran.

“Selain kebakaran hutan dan lahan, perlu diantisipasi potensi kebakaran di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) sampah,” katanya.

Menko PMK Pratikno juga meminta langkah pencegahan diperkuat karena kondisi El Niño masih berpotensi berlangsung.

“Fenomena El Nino diperkirakan masih akan berlangsung sekitar satu setengah bulan ke depan, sehingga potensi terjadinya kebakaran hutan dan lahan diperkirakan akan semakin meningkat,” ujar Pratikno.

Pemerintah berharap kesiapsiagaan tersebut dapat dilakukan sejak dini, sehingga penanganan tidak baru bergerak setelah api terlanjur meluas seperti yang terjadi dalam karhutla Bromo.

Editor : Arif Ardliyanto

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut