Pentingnya Gas Bumi Untuk Ketahanan dan Transisi Energy, Ini Penjelasannya
PROBOLINGGO, iNewsProbolinggo.id - Waca penggunaan gas bumi mendapat dukungan dari sejumlah pihak. Gas bumi ini dinilai dapat menjaga ketahanan energy serta transisi untuk menuju energy terbarukan.
Gas bumi dinyatakan memiliki peran penting untuk ketahanan dan dapat menjembatani pemanfaatan energi terbarukan hingga 100% untuk pencapaian Net Zero Emission (NZE) pada 2060.
Hal itu diungkap President Director PT Paiton Energy Fazil Erwin Alfitri, saat menjadi pembicara dalam sesi ilmiah bertajuk Strategi Percepatan Transisi Energi Melalui Energi Bersih (PLTG/PLTGU) pada Kamis (15/7/2026).
Dalam perjalanan transisi menuju energi bersih harus ada jembatan sebelum penggunaan EBT hingga 100%. Dalam hal ini gas bumi memiliki posisi yang bagus sebagai jembatan transisi energi
"Di satu sisi, emisinya lebih rendah dibanding batu bara, dan di sisi lain pasokan atau harga relatif lebih moderat dibanding harus langsung 100% pindah ke EBT," katanya.
Menurutnya, tantangan besar sektor ketenagalistrikan Indonesia adalah menghadapi pertumbuhan permintaan yang struktural seiring ambisi pertumbuhan ekonomi nasional.
Merujuk pada target RUPTL 2025 – 2034, Indonesia membutuhkan tambahan kapasitas pembangkit baru sebesar 69,5 GW hingga 2034 demi mengimbangi laju industrialisasi dan urbanisasi.
"Di tengah kebutuhan energi yang masif tersebut, Paiton Energy memandang perlunya keseimbangan yang matang pada aspek Energy Trilemma," paparnya.
Dengan cara, menjaga keberlanjutan lingkungan (sustainability), keterjangkauan tarif (affordability), serta keamanan pasokan (security) secara simultan.
Dalam konteks ini, Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU) dinilai memegang peranan krusial sebagai jembatan energi bersih (clean energy bridge).
Editor : Arif Ardliyanto