Cerita Rakyat Jadi Daya Tarik, Bandung Bondowoso Warnai Karnaval Budaya Pakuniran
PROBOLINGGO, iNewsProbolinggo.id - Sorak penonton terdengar dari sepanjang jalur karnaval budaya di Kecamatan Pakuniran, Kabupaten Probolinggo. Mata mereka tertuju pada rombongan peserta yang tampil dengan kostum dan penampilan berbeda.
Di antara puluhan peserta yang mengikuti karnaval dalam rangka peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia itu, penampilan dari Desa Gunggungan Lor menjadi salah satu yang mencuri perhatian.
Bukan sekadar mengenakan kostum, rombongan warga tersebut membawakan cerita rakyat tentang Bandung Bondowoso. Penampilan yang dipadukan dengan atraksi dan kostum itu membuat penonton berhenti sejenak untuk menyaksikan jalannya cerita.
Tepuk tangan dan sorak warga pun mengiringi penampilan mereka.
Karnaval budaya tersebut diikuti sebanyak 27 peserta dari berbagai unsur. Beragam kreativitas ditampilkan, mulai dari pakaian adat dari sejumlah daerah hingga penampilan yang mengangkat cerita dan budaya Nusantara.
Namun, ketika rombongan dari Desa Gunggungan Lor melintas, perhatian penonton mulai tertuju pada kisah yang mereka bawakan.
Cerita Bandung Bondowoso yang lekat dengan legenda Roro Jonggrang dihadirkan di tengah kemeriahan karnaval. Warga yang terlibat berusaha membawakan cerita tersebut melalui penampilan yang telah mereka persiapkan bersama.
Kepala Desa Gunggungan Lor, Sumiati, turut memimpin langsung rombongan peserta. Ia tidak sendiri. Pemerintah desa mengajak masyarakat untuk ikut terlibat dan menjadi bagian dari penampilan tersebut.
"Kami tidak hanya melibatkan pemerintah desa, tetapi juga mengajak masyarakat Desa Gunggungan Lor untuk ikut berpartisipasi dalam menyukseskan acara ini," kata Sumiati.
Sumiati mengatakan keterlibatan masyarakat menjadi bagian penting dalam penampilan Desa Gunggungan Lor. Menurutnya, kebersamaan warga menjadi salah satu alasan rombongan tersebut dapat ikut ambil bagian dalam karnaval budaya.
Penampilan yang mengangkat cerita rakyat itu sekaligus menjadi cara sederhana untuk mengenalkan kembali kisah-kisah yang selama ini hidup di tengah masyarakat kepada generasi muda.
Editor : Arif Ardliyanto