Efek Samping Terlalu Banyak Minum Manis Saat Berbuka Puasa
PROBOLINGGO,iNewsProbolinggo.id - Berbuka puasa dengan makanan atau minuman manis menjadi kebiasaan yang umum dilakukan umat Islam. Anjuran berbuka dengan yang manis juga dicontohkan Rasulullah SAW, salah satunya dengan mengonsumsi kurma. Namun, konsumsi minuman manis secara berlebihan saat berbuka justru dapat berdampak kurang baik bagi kesehatan.
Berbagai jenis minuman seperti teh manis, sirup, es campur, minuman bersoda, hingga minuman kemasan mengandung kadar gula yang cukup tinggi. Jika dikonsumsi setiap hari dalam jumlah berlebih selama Ramadan, kebiasaan ini berpotensi menimbulkan sejumlah gangguan kesehatan.
Salah satu dampak yang sering terjadi adalah lonjakan gula darah secara drastis. Setelah seharian berpuasa, kadar gula darah cenderung menurun. Asupan gula tinggi dalam jumlah besar dapat memicu peningkatan gula darah secara tiba-tiba.
Kondisi ini memang membuat tubuh terasa segar sesaat, namun tak lama kemudian bisa menimbulkan rasa lemas kembali. Dalam jangka panjang, pola konsumsi gula berlebihan juga berisiko meningkatkan resistensi insulin dan memicu diabetes, terutama bagi mereka yang memiliki faktor risiko.
Efek lain yang kerap dirasakan adalah rasa mengantuk dan kurang bertenaga. Lonjakan gula darah biasanya diikuti dengan penurunan yang cepat atau dikenal sebagai sugar crash. Akibatnya, tubuh menjadi lesu dan mengantuk, sehingga mengganggu aktivitas maupun ibadah malam seperti salat Tarawih.
Konsumsi minuman manis berlebihan juga dapat memicu gangguan pencernaan, seperti perut kembung, mual, hingga rasa tidak nyaman pada lambung. Kondisi ini lebih mudah terjadi karena minuman tinggi gula diminum saat perut masih kosong setelah berpuasa seharian.
Selain itu, asupan gula berlebih berpotensi menyebabkan kenaikan berat badan. Gula yang tidak digunakan sebagai energi akan disimpan dalam bentuk lemak. Jika kebiasaan ini berlangsung selama Ramadan tanpa kontrol, berat badan bisa meningkat tanpa disadari.
Dalam jangka panjang, konsumsi gula berlebihan turut meningkatkan risiko penyakit metabolik, seperti obesitas, diabetes tipe 2, hingga gangguan jantung. Padahal, Ramadan seharusnya menjadi momentum untuk memperbaiki pola makan dan menerapkan gaya hidup lebih sehat.
Agar tetap bugar selama menjalani ibadah puasa, masyarakat disarankan berbuka secara bertahap. Awali dengan air putih dan kurma secukupnya, lalu batasi minuman manis hanya satu gelas kecil. Memilih minuman rendah gula atau tanpa tambahan gula, serta mengonsumsi buah segar sebagai sumber rasa manis alami, bisa menjadi alternatif yang lebih sehat.
Berbuka dengan yang manis tetap diperbolehkan, namun kuncinya adalah tidak berlebihan. Dengan pola konsumsi yang seimbang, tubuh tetap sehat dan ibadah Ramadan dapat dijalani dengan lebih optimal.
Editor : Arif Ardliyanto