get app
inews
Aa Text
Read Next : Tertabrak Truk Box, Pemuda Kraksaan Tewas di Jalur Pantura Paiton Probolinggo

Banjir Meluas ke Delapan Kecamatan di Probolinggo, Ini Daftar Yang Terdampak

Minggu, 18 Januari 2026 | 19:06 WIB
header img
Pada Sabtu (17/1/2026) malam air masuk ke area pesantren di Desa Mojolegi (foto : iNewsProbolinggo.id/istimewa)

PROBOLINGGO, iNewsProbolinggo.id - Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Probolinggo banjir yang melanda tujuh kecamatan kini meluas menjadi delapan kecamatan, pada Minggu (18/1/2026).

Hingga Minggu (18/1) pukul 02.30 WIB, data BPBD merilis ada sejumlah desa dari delapan kecamatan yang terdampak. Meliputi, Kecamatan Kraksaan, terjadi di Kelurahan Kraksaan Wetan dan Kelurahan Sidomukti.

Kemudian di Kecamatan Gading terjadi di Desa Mojolegi yakni air meluap ke rumah warga dan pesantren. Desa Wangkal air menggenangi jalan, dan Desa Prasi jembatan penghubung blok gedangan ke krajan rusak 

Di Kecamatan Krejengan, Desa Opo-opo dan Desa Jatiurip sejumlah rumah warga tergenang air dengan ketinggian mencapai 50 cm. Desa Tanjungsari air masuk ke pesantren  dengan ketinggian sekitar 50 cm serta masuk rumah warga dengan ketinggian air mencapai 100 cm.

Desa Kamalkuning, Desa Sumberkatimoho dan di Desa Rawan, Kecamatan Krejengan air meluap menggenangi jalan di sejumlah dusun di tiga desa tersebut, dengan ketinggian air sekitar 20 cm.

Lalu di Kecamatan Maron, Desa Brani Wetan jembatan penghubung dengan Desa Sumbersecang putus. Desa Satrean juga terdampak banjir yang terjadi kemarin itu.

Selanjutnya Kecamatan Dringu, terjadi di Desa Kalirejo dan Desa Dringu, dengan ketinggian air sekitar 30 cm. Kecamatan Besuk, di Desa Matekan air setinggi 20 cm menggenangi pemukiman warga. 

Kemudian di Kecamatan Sumberasih, banjir terjadi di Desa Lemahkembar, Desa Jangur, Desa Banjarsari dan Desa Sumberbendo.

Terakhir di Kecamatan Tongas, terjadi di Desa Sumendi, Desa Dungun, Desa Tambakrejo, Desa Bayeman, dan Desa Pamatan, serta Desa Sumberkramat. Semua terjadi di sejumlah dusun di desa tersebut.

Bupati Probolinggo dr. Mohammad Haris mengatakan, curah hujan yang sangat tinggi menjadi faktor utama terjadinya banjir di hampir seluruh wilayah rawan bencana di Kabupaten Probolinggo.

Karena itu pentingnya respons cepat, asesmen yang tepat, serta upaya mitigasi bencana sejak dini. Kolaborasi antar OPD, BPBD dan TNI Polri serta pemerintah desa harus diperkuat.

"Kita tidak bisa mencegah bencana alam, tetapi yang bisa kita lakukan adalah meminimalkan dampaknya," katanya, saat meninjau dampak banjir.

Pada kesempatan itu, tim gabungan juga menyalurkan makanan siap saji serta menyiagakan mobil pemadam kebakaran untuk membantu membersihkan material lumpur di rumah-rumah warga.

Editor : Arif Ardliyanto

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut