Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Bukan Sekadar Berburu Hadiah, Jalan Sehat HUT RI Jadi Ajang Warga Sumberanyar Berkumpul
Advertisement . Scroll to see content

Kawasan Konservasi Bromo Beralih Jadi Lahan Bisnis, Hutan Terancam Gundul

Kamis, 16 Januari 2025 | 13:43 WIB
  • author Raphel Azizah
Kawasan Konservasi Bromo Beralih Jadi Lahan Bisnis, Hutan Terancam Gundul
Kawasan hutan Lereng Gunung Bromo yang semakin gundul beralih fungsi menjadi lahan bisnis. (FOTO: Raphel/iNewsProbolinggo.id).

PROBOLINGGO, iNewsProbolinggo.id – Kawasan Konservasi Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), saat ini semakin terlihat gundul gersang. pasalnya, ada banyak kawasan hutan sekunder dan primer  yang seharusnya menjadi lahan resapan, kini berubah menjadi lahan bisnis.

Tentu saja hal tersebut membutuhkan jutaan pohon untuk mengembalikan fungsi dan keasrian hutan. Diketahui, luas Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) tercatat seluas 50.276,3 hektare.

Beberapa titik merupakan hutan yang bersifat sekunder dan primer, lahan terbuka dan semak belukar. Termasuk di Kawasan Wisata Gunung Bromo. 

Kepala Desa Ngadisari, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo Sunaryono menjelaskan, lahan yang seharusnya menjadi kawasan konservasi iniberubah menjadi bangunan hotel.

"Gundulnya hutan Bromo ini bisa terlihat dengan mata telanjang, saat ini, banyak pinggiran jalan yang tanahnya tidak tertanam pohon, disana dipasangi tanda bambu dicat merah, gunungnya gundul," terangnya, pada kamis (16/1/2025).

Ia menyampaikan, untuk mengembalikan Hutan Bromo yang terancam tandus, dibutuhkan satu juta pohon.

"Saat ini kami sedang mengumpulkan pohon, sudah terkumpul11.700 pohon. Mulai dari bantuan kelembagaan hingga masyarakat," ungkapnya.

Adapun jenis pohonnya seperti pohon dewandaru, pampung, beringin, cemara dan mencogan.

"Kami rencana akan menanam pohon serentak bersama masyarakat nanti di akhir Januari. Saat ini, masih berusaha mengumpulkan pohon," imbuhnya.

Sunaryono berharap, hutan yang merupakan hak masyarakat setempat bisa kembali pulih.

"Kembalikan hak masyarakat adat untuk mengelola hutan adat sebagai lahan resapan dan tabungan oksigen," tandasnya.

Editor: Arif Ardliyanto

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut