Kepala Desa Tiris Warno mengatakan, keberlangsungan kegiatan tersebut tidak lepas dari keterlibatan masyarakat. Antusiasme warga, menurutnya, menjadi salah satu faktor tradisi kadisah tetap dilaksanakan setiap tahun.
"Kegiatan ini bisa terlaksana dengan baik tidak lain karena partisipasi masyarakat yang selalu antusias dalam setiap kegiatan yang dilaksanakan pemerintah desa," ujar Warno.
Menurut Warno, masyarakat bahkan meminta agar kegiatan tersebut tetap dilanjutkan setiap tahun.
"Warga menyampaikan kepada saya untuk terus melanjutkan selamatan desa setiap tahunnya," katanya.
Sementara itu, Camat Tiris Bambang Julius Wijanarko yang turut hadir dalam kegiatan tersebut berharap tradisi kadisah dapat terus dipertahankan.
Menurutnya, kegiatan budaya yang masih hidup di tengah masyarakat tersebut juga memiliki potensi untuk dikenalkan lebih luas, tanpa meninggalkan nilai tradisi yang selama ini dijaga warga.
"Harapan kami kegiatan seperti ini terus dilestarikan. Ke depannya, kami berharap kegiatan seperti ini juga bisa menjadi wisata, selain wisata alam yang ada di Tiris," Tandasnya.
Di tengah perkembangan zaman, tradisi semacam ini menjadi ruang bagi masyarakat untuk mempertahankan hubungan dengan sejarah lokal. Cerita tentang para pendahulu tidak hanya disimpan dalam ingatan, tetapi juga dikenalkan melalui kegiatan yang masih dilakukan bersama.
Editor : Arif Ardliyanto
Artikel Terkait
