PROBOLINGGO, iNewsProbolinggo.id - Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) mulai beroperasi kembali setelah libur panjang. Namun ada yang berbeda di SPPG Pondok Kelor 2, Desa Pondok Kelor, Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo.
Kepala SPPG setempat Fathor Rohman terpaksa ngantor atau melaksanakan tugasnya di luar setelah ruangannya dikunci oleh pihak mitra, pada Senin (13/7/2026).
Kejadian itu berbarengan dengan keputusan penghentian operasional sementara dapur tersebut. Pihak mitra langsung menutup dan memasang segel di lokasi, sehingga ruang kerja Kepala SPPG tidak bisa diakses lagi
Fathor Rohman menjelaskan keputusan berhenti beroperasi mulai 13 Juli 2026 dinilai diambil sepihak oleh mitra. Berdasar pada perbedaan pandangan soal SDM dan tertuang dalam Surat Pernyataan Berhenti Operasional Sementara.
Surat tersebut ditandatangani bersama oleh Kepala SPPG Fathor Rohman, dengan disaksikan PIC Yayasan berinisial UH serta mitra MH.
Berdasarkan dokumen tersebut, keputusan diambil setelah manajemen merekomendasikan pergantian 30 persen tenaga kerja yang berasal dari golongan kurang mampu (Desil 1 dan 2) dengan petugas pengganti di wilayah terdekat.
Namun Langkah ini tidak disetujui pihak mitra yang kemudian memilih menutup dan menyegel dapur produksi.
"Kami telah mengikuti prosedur dan aturan yang berlaku, namun pihak mitra memilih melakukan penutupan demi kelancaran program selanjutnya," paparnya.
Menurut Fathor juga terdapat alasan lain dibalik penutupan tersebut, ia menilai pihak mitra berkeinginan melengserkan dirinya dengan alasan bahwa dirinya telah memecat sejumlah relawan yang tergolong orang mampu.
"Padahal, pihak mitra sebetulnya sangat tidak punya wewenang mengunci ruangan Kepala SPPG," jelasnya.
Sementara itu, Koordinator Wilayah SPPG Kabupaten Probolinggo Pujo Wisnu mengatakan, pihaknya akan segera meninjau lokasi dan memanggil pihak terkait untuk mencari akar masalahnya.
"Entah nanti dimediasi atau langkah lain, intinya pihak mitra tidak boleh semena-mena menutup atau mengunci ruang kerja Kepala SPPG," jelasnya.
Hingga saat ini, dapur produksi SPPG Pondok Kelor 2 masih tertutup rapat dan tersegel, sementara akses masuk kantor tetap dikunci.
Editor : Arif Ardliyanto
Artikel Terkait
