Kepala Desa Kertonegoro, Abd Rahman, mengatakan kegiatan tersebut merupakan agenda tahunan yang terus dipertahankan sebagai bentuk pelestarian budaya dan kebersamaan warga.
“Ini merupakan agenda rutin setiap tahun. Namun tahun ini sedikit berbeda karena karnaval dalam rangka Kadisah kami perlombakan sehingga menambah semangat masyarakat untuk berpartisipasi,” ujarnya.
“Selamatan desa tahun ini berlangsung selama tiga hari. Hari pertama lomba balita sehat, hari kedua karnaval budaya, dan hari terakhir akan ditutup dengan pengajian umum yang akan dihadiri oleh wakil bupati Probolinggo,” katanya.
Di tengah derasnya arus modernisasi, warga Kertonegoro memilih menjaga warisan leluhur dengan langkah nyata. Melalui karnaval budaya dalam peringatan Kadisah, mereka ingin memastikan bahwa kekayaan budaya Nusantara tidak hanya menjadi cerita masa lalu, tetapi tetap hidup dan dikenal oleh generasi penerus di masa depan.
Editor : Arif Ardliyanto
Artikel Terkait
