PROBOLINGGO, iNewsProbolinggo.id - Gunung Semeru meletus pagi ini, Senin (4/5) pukul 07.44 WIB. Data PVMBG mencatat adanya Awan Panas Guguran dengan jarak luncur ±2.000 meter menuju Besuk Kobokan.
Letusan disertai Awan Panas Guguran dengan jarak luncur ± 2000 meter, mengarah ke tenggara (besuk kobokan)," tulis PVMBG dalam keterangannya.
PVMBG pun melaporkan tinggi kolom abu letusan teramati ± 1.200 m di atas puncak (± 4.876 m di atas permukaan laut). Masyarakat di sektor tenggara diminta meningkatkan kesiagaan dan menjauhi area bukaan kawah.
"Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal condong ke arah barat daya. Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 12 mm dan durasi ± 3 menit 10 detik," tulisnya.
Saat ini Gunung Semeru berada pada Status Level III (Siaga) dengan rekomendasi tidak melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan, sejauh 13 km dari puncak (pusat erupsi).
"Di luar jarak tersebut, masyarakat tidak melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 km dari puncak," imbau PVMBG.
PVMBG juga meminta masyarakat tidak beraktivitas dalam radius 5 Km dari kawah/puncak Gunung Api Semeru karena rawan terhadap bahaya lontaran batu (pijar).
"Waspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai/lembah yang berhulu di puncak Gunung Api Semeru, terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat serta potensi lahar pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan," imbaunya.
Editor : Vitrianda Hilba Siregar
Artikel Terkait
