get app
inews
Aa Text
Read Next : Tak Hanya Punya Ranu Merah, Desa Andungsari Probolinggo Simpan Pesona Petik Durian dan Manggis

Ribuan Obor Terangi Patemon Kulon, 10 Muharram Jadi Momen Berbagi untuk Anak Yatim

Jum'at, 26 Juni 2026 | 06:59 WIB
header img
Ribuan warga Patemon kulon saat mengarak obor pada 10 Muharram (foto : iNewsProbolinggo.id/Doni)

PROBOLINGGO, iNewsProbolinggo.id - Cahaya ribuan obor membelah gelapnya malam di Desa Patemon Kulon, Kecamatan Pakuniran, Kabupaten Probolinggo. Di tangan anak-anak, remaja hingga orang tua, nyala api kecil itu menjadi simbol kebersamaan saat masyarakat memperingati 10 Muharram, yang dalam tradisi Islam juga dikenal sebagai momentum untuk memuliakan anak yatim.

Desa yang berada di kawasan kaki pegunungan itu tampak berbeda dari biasanya. Jalan-jalan yang sehari-hari hanya diterangi lampu penerangan desa berubah menjadi lautan cahaya. Ribuan warga berjalan beriringan menuju kediaman Kepala Desa Patemon Kulon sambil melantunkan sholawat, menciptakan suasana religius yang menyelimuti sepanjang perjalanan.

Bagi masyarakat setempat, pawai obor bukan sekadar tradisi tahunan. Kegiatan tersebut menjadi ruang untuk mempererat silaturahmi sekaligus mengajak generasi muda mengenal nilai-nilai kepedulian, gotong royong, dan kecintaan terhadap tradisi keagamaan yang telah diwariskan dari generasi ke generasi.

Peringatan 10 Muharram tahun ini juga diwarnai berbagai kegiatan sosial yang mengangkat semangat berbagi kepada anak-anak yatim. Kehadiran ribuan warga menunjukkan tingginya antusiasme masyarakat dalam menjaga tradisi yang sarat nilai kebersamaan tersebut.

Kepala Desa Patemon Kulon, Muhammad, mengatakan pawai obor telah menjadi agenda rutin yang setiap tahun diselenggarakan untuk memperingati Tahun Baru Islam.

"Kegiatan ini rutin kami laksanakan setiap tahun sebagai bentuk peringatan 10 Muharram sekaligus mempererat kebersamaan masyarakat," ujarnya.

Menurut Muhammad, terselenggaranya kegiatan tersebut tidak lepas dari kolaborasi berbagai pihak, termasuk dukungan masyarakat, pengurus ranting JPZIS NU Patemon Kulon, Anggota DPRD kabupaten probolinggo yakni Arbaiya, serta sejumlah pihak yang turut berpartisipasi dalam pelaksanaannya.

Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, panitia menghadirkan sejumlah rangkaian acara untuk menambah semarak peringatan, mulai dari perlombaan pawai obor, penampilan drum band, pengajian umum, hingga pembagian doorprize bagi peserta.

"Tahun ini berbeda dari sebelumnya. Selain pawai obor yang diikuti ribuan peserta, kami juga menghadirkan drum band sebagai hiburan masyarakat serta menyediakan doorprize agar masyarakat semakin antusias mengikuti kegiatan," tambahnya.

Sementara itu, Pengasuh Pondok Pesantren Bahrul Ulum Besuk, Muhammad Ainul Yaqin, yang menyampaikan tausiyah dalam kegiatan tersebut, mengapresiasi kekompakan masyarakat bersama pemerintah desa dan pengurus JPZIS NU dalam menjaga tradisi peringatan 10 Muharram.

"Kami mengapresiasi Kepala Desa, seluruh panitia, serta JPZIS NU Desa Patemon Kulon yang telah menyelenggarakan kegiatan ini. Semoga tradisi yang penuh nilai kebersamaan dan kepedulian seperti ini terus berlanjut pada tahun-tahun mendatang," katanya.

Di balik gemerlap cahaya obor yang menerangi malam, tersimpan pesan sederhana namun bermakna. Bahwa 10 Muharram bukan hanya tentang sebuah peringatan, melainkan juga momentum untuk memperkuat persaudaraan, menumbuhkan kepedulian terhadap anak yatim, serta menjaga tradisi yang menjadi bagian dari identitas masyarakat Desa Patemon Kulon.

Editor : Arif Ardliyanto

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut