Ribuan Obor Terangi Patemon Kulon, 10 Muharram Jadi Momen Berbagi untuk Anak Yatim
Kepala Desa Patemon Kulon, Muhammad, mengatakan pawai obor telah menjadi agenda rutin yang setiap tahun diselenggarakan untuk memperingati Tahun Baru Islam.
"Kegiatan ini rutin kami laksanakan setiap tahun sebagai bentuk peringatan 10 Muharram sekaligus mempererat kebersamaan masyarakat," ujarnya.
Menurut Muhammad, terselenggaranya kegiatan tersebut tidak lepas dari kolaborasi berbagai pihak, termasuk dukungan masyarakat, pengurus ranting JPZIS NU Patemon Kulon, Anggota DPRD kabupaten probolinggo yakni Arbaiya, serta sejumlah pihak yang turut berpartisipasi dalam pelaksanaannya.Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, panitia menghadirkan sejumlah rangkaian acara untuk menambah semarak peringatan, mulai dari perlombaan pawai obor, penampilan drum band, pengajian umum, hingga pembagian doorprize bagi peserta.
"Tahun ini berbeda dari sebelumnya. Selain pawai obor yang diikuti ribuan peserta, kami juga menghadirkan drum band sebagai hiburan masyarakat serta menyediakan doorprize agar masyarakat semakin antusias mengikuti kegiatan," tambahnya.
Sementara itu, Pengasuh Pondok Pesantren Bahrul Ulum Besuk, Muhammad Ainul Yaqin, yang menyampaikan tausiyah dalam kegiatan tersebut, mengapresiasi kekompakan masyarakat bersama pemerintah desa dan pengurus JPZIS NU dalam menjaga tradisi peringatan 10 Muharram.
"Kami mengapresiasi Kepala Desa, seluruh panitia, serta JPZIS NU Desa Patemon Kulon yang telah menyelenggarakan kegiatan ini. Semoga tradisi yang penuh nilai kebersamaan dan kepedulian seperti ini terus berlanjut pada tahun-tahun mendatang," katanya.
Di balik gemerlap cahaya obor yang menerangi malam, tersimpan pesan sederhana namun bermakna. Bahwa 10 Muharram bukan hanya tentang sebuah peringatan, melainkan juga momentum untuk memperkuat persaudaraan, menumbuhkan kepedulian terhadap anak yatim, serta menjaga tradisi yang menjadi bagian dari identitas masyarakat Desa Patemon Kulon.
Editor : Arif Ardliyanto