Saluran PDAM Terputus, Aktivitas Warga Probolinggo Terganggu dan Isi Ulang Air Galon Meningkat
PROBOLINGGO, iNewsProbolinggo.id - Terputusnya aliran air bersih PDAM akibat kebocoran pipa utama di kawasan Ronggojalu berdampak luas terhadap aktivitas masyarakat di sejumlah wilayah Kota Probolinggo.
Gangguan distribusi yang terjadi selama kurang lebih 1x24 jam itu membuat aliran air mengecil hingga tidak mengalir sama sekali di beberapa titik.
Kondisi tersebut langsung dirasakan warga dalam aktivitas sehari-hari. Banyak masyarakat mengaku kesulitan memenuhi kebutuhan dasar seperti memasak, mencuci, hingga mandi akibat tidak adanya suplai air bersih.
“Biasanya lancar, tapi kemarin benar-benar susah. Mau masak, cuci piring, mandi juga terganggu,” ujar Indri, salah satu warga terdampak, Sabtu (09/05/2026).
Akibat kondisi itu, sebagian warga terpaksa beralih membeli air isi ulang untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga. Bahkan, dalam satu hari, Indri harus membeli 12 galon air demi mencukupi kebutuhan harian.
"Biasanya saya bayar PDAM 80-90 ribu per bulan," ujar Indri.
Selain rumah tangga, dampak juga dirasakan pelaku usaha. Salah satu depo isi ulang galon di Kota Probolinggo mengaku mengalami lonjakan pesanan secara signifikan selama gangguan terjadi.
Andik, pemilik usaha depo isi ulang, menyebut permintaan meningkat drastis dibandingkan hari biasa.
“Biasanya sekitar 70 galon per hari, kemarin bisa sampai 200 galon. Banyak warga yang benar-benar bergantung ke air galon,” katanya.
Ia juga mengungkapkan, jam operasional usahanya ikut berubah akibat tingginya permintaan. Bahkan pengantaran masih dilakukan hingga larut malam untuk memenuhi kebutuhan pelanggan.
Sementara itu, pihak terkait telah melakukan perbaikan pipa utama dan memastikan distribusi air mulai kembali normal secara bertahap. Proses pemulihan jaringan juga terus dilakukan untuk menstabilkan tekanan air di seluruh wilayah layanan.
Warga berharap kejadian serupa tidak kembali terulang karena sangat mengganggu aktivitas sehari-hari dan berdampak langsung pada kebutuhan dasar masyarakat.
Editor: Arif Ardliyanto