Agen Hanya Terima 50 Persen Kuota, Stok LPG di Kota Probolinggo Menipis
PROBOLINGGO, iNewsProbolinggo.id - Ketersediaan LPG 3 kilogram di Kota Probolinggo dalam beberapa hari terakhir mulai terbatas.
Kondisi ini dipicu berkurangnya pasokan dari agen hingga distribusi yang tidak berjalan normal akibat keterlambatan pengiriman dari Surabaya.
Dari tingkat pengecer, Alvi, karyawan Toko di jl. Bromo mengungkapkan bahwa keterbatasan stok sudah dirasakan sekitar dua minggu terakhir. Ia menyebut jumlah LPG yang masuk ke toko tidak seperti biasanya karena adanya pembatasan pengiriman.
“Mulai langka sejak sekitar dua minggu ini. Stok juga dibatasi, sekitar 200 tabung setiap kirim,” kata Alvi, Kamis (16/4/2026)
Ia menjelaskan, pengiriman yang diterima toko tidak menentu dan cenderung lebih sedikit dibanding kondisi normal. Untuk mengatur ketersediaan, diterapkan pembatasan pembelian bagi masyarakat.
“Satu orang hanya boleh beli satu tabung per minggu dan harus pakai KTP,” ujarnya.
Sementara itu, di tingkat agen, Akbar, staf Agen Indonesia Muda di Jrebeng Lor, mengatakan kondisi di lapangan membuat LPG cepat habis begitu tiba. Menurutnya, hal ini terjadi karena keterbatasan pasokan serta tingginya permintaan masyarakat.
“Di Kota Probolinggo ini sebenarnya barangnya cepat habis. Kadang datang, sore sudah kosong,” ujarnya.
Akbar menyebut, dalam beberapa waktu terakhir pengiriman LPG juga sempat mengalami keterlambatan sejak akhir pekan lalu. Biasanya, distribusi dilakukan secara rutin, namun kini tidak selalu sesuai jadwal.
“Biasanya tiga hari sekali kirim. Sekarang sempat terlambat sejak Jumat,” katanya.
Ia menambahkan, selain keterlambatan distribusi, meningkatnya kebutuhan masyarakat juga membuat stok lebih cepat terserap di lapangan.
“Sekarang lagi banyak kegiatan masyarakat seperti hajatan, jadi kebutuhan LPG ikut naik,” ujarnya.
Dari sisi pemerintah, Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perdagangan dan Perindustrian Kota Probolinggo, Slamet Suwantoro, menyampaikan bahwa pihaknya bersama Polres Probolinggo Kota telah melakukan inspeksi mendadak di SPBE Jalan Brantas pada Senin, 13 April 2026.
“Dari hasil sidak, memang terjadi keterlambatan pengiriman dari Surabaya,” ujarnya.
Ia menjelaskan, keterlambatan tersebut menyebabkan jeda distribusi selama sekitar tiga hari, sehingga pasokan ke agen ikut terdampak.
“DO tanggal 10 baru bisa terkirim tanggal 13, jadi ada kekosongan sekitar tiga hari,” katanya.
Slamet menambahkan, akibat kondisi tersebut, setiap agen hanya menerima sekitar 50 persen dari kuota normal.
“Untuk masing-masing agen hanya dapat 50 persen dari kuota,” jelasnya.
Menurutnya, kendala terjadi di depo Surabaya yang berdampak pada alur distribusi LPG ke Kota Probolinggo.
Editor : Arif Ardliyanto